Corona, Produksi Mobil di Inggris Diperkirakan Turun Drastis

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah merakit sebuah mobil Nissan di Pabrik Nissan di Sunderland Inggris, 10 Oktober 2019. Nissan dulunya dipasarkan dengan merek Datsun sampai tahun 1983. REUTERS/Phil Noble

    Pekerja tengah merakit sebuah mobil Nissan di Pabrik Nissan di Sunderland Inggris, 10 Oktober 2019. Nissan dulunya dipasarkan dengan merek Datsun sampai tahun 1983. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, London - Produksi mobil di Inggris dapat merosot tahun ini ke level terendah dalam beberapa dekade setelah dihantam pandemi virus corona baru (Covid-19). Wabah virus mematikan ini memaksa pabrik otomotif tutup dan menekan permintaan kendaraan. 

    Menurut laporan Reuters, Jumat, 29 Mei 2020, yang mengutip data Perkumpulan Produsen dan Pedagang Motor (SMMT), hanya 197 unit mobil diproduksi pada bulan April. Angka ini jauh merosot dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2019 sebanyak 71.000 unit. 

    Hanya beberapa situs otomotif yang dibuka kembali sejak pandemi corona dengan pabrik mobil terbesar di negara itu, pabrik Nissan di Sunderland, tidak akan melanjutkan produksi hingga Juni 2020.

    “Kami membutuhkan pemerintah untuk bekerja bersama kami mempercepat pemulihan sektor yang kuat secara fundamental ini, merangsang investasi dan menjaga pekerjaan,” kata Kepala Eksekutif SMMT, Mike Hawes.

    SMMT memperkirakan produksi mobil sepanjang tahun ini sekitar 870 ribu unit. Angka ini akan menjadi rekor terendah setelah produksi pada krisis keuangan 2009 sebanyak 999.460 unit. Sebelumnya, produksi mobil di bawah 1 juta unit pernah terjadi pada awal 1980-an.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.