Toyota RAV4 Terbaru Kena Recall karena Masalah Suspensi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota RAV4 2020. (Toyota)

    Toyota RAV4 2020. (Toyota)

    TEMPO.CO, Jakarta - Toyota menarik kembali (recall) 9.500 Toyota RAV4 dan RAV4 Hybrid 2019-2020 karena adanya kesalahan pada suspensi yang sudah diumumkan pada 20 Mei lalu.

    Penarikan tersebut berawal pada lengan suspensi bawah bagian depan kendaraan terdapat ada yang retak yang nantinya bisa dapat mengakibatkan lengan suspensi tersebut terpisah dari roda depan.

    Dalam kasus ini, Toyota menegaskan bahwa pelat baja khusus yang digunakan oleh pemasok untuk memproduksi lengan suspensi bawah bagian depan ini mungkin telah retak pada beberapa bagian permukaannya.

    Dikutip dari CarsCoops, Kamis, 4 Juni 2020, pembuat mobil asal Jepang itu menambahkan jika kendaraan dengan lengan suspensi bawah bagian depan yang terkena dampak itu sering digerakkan dengan akselerasi dan perlambatan yang cepat selama masa pakai, retakan pada lengan yang terdampak itu dapat merambat dan lengan suspensi akhirnya dapat terpisah dari roda depan dan bisa meningkatkan risiko kecelakaan.

    Sebanyak 9.502 model RAV4 yang harus ditarik. Dari jumlah tersebut, 7.330 contoh adalah RAV4 bertenaga ICE sementara 2.172 adalah model hybrid RAV4. Kendaraan yang terkena dampak penarikan diproduksi antara 25 September 2019 dan 29 Oktober 2019.

    Pabrikan mobil belum dapat memberikan perkiraan persentase kendaraan yang benar-benar mengandung cacat. Penarikan kembali akan dimulai pada 12 Juli 2020, dan Toyota akan menjangkau pemilik dan mengganti kedua lengan suspensi depan lebih rendah secara gratis.

    Pembuat mobil mencatat bahwa tidak ada kendaraan Toyota atau Lexus lain yang dijual di AS yang dilengkapi dengan lengan suspensi bawah bagian depan yang diproduksi dengan baja yang disebutkan sebelumnya dari Nippon Steel Corporation di Jepang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.