General Motors Siapkan Van Listrik untuk Bisnis Jasa Pengiriman

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Van bertenaga listrik Rivian pesanan Amazon untuk jasa pengiriman sedang diproduksi di Plymouth, Michigan, Amerika Serikat, 13 November 2019. Jordan Stead/Amazon/Reuters

    Mobil Van bertenaga listrik Rivian pesanan Amazon untuk jasa pengiriman sedang diproduksi di Plymouth, Michigan, Amerika Serikat, 13 November 2019. Jordan Stead/Amazon/Reuters

    TEMPO.CO, DetroitGeneral Motors Co dilaporkan sedang mengembangkan sebuah van listrik yang ditujukan untuk jasa pengiriman barang (kargo ringan). GM mengincar segmen yang menyasar pelanggan kakap seperti Amazon.com dan United Parcel Service (UPS) Inc, Reuters, Kamis, 4 Juni 2020.

    Strategi bernilai miliaran dolar itu memungkinkan GM, Ford Motor Co, dan setidaknya dua startup mobil listrik lainnya untuk membangun dan mengirimkan lebih banyak kendaraan listrik pada saat permintaan konsumen terhadap model bertenaga baterai masih sedikit. Tentunya sambil menciptakan peluang menguntungkan yang belum dijamah Tesla Inc.

    Rencana GM untuk mengembangkan van listrik belum pernah dilaporkan sebelumnya. Produsen mobil No. 1 di Amerika Serikat itu tidak mengonfirmasi van tersebut, tetapi mengatakan pihaknya berencana untuk memperkenalkan setidaknya 20 kendaraan listrik baru pada tahun 2023. Mobil listrik itu akan diproduksi dalam berbagai model termasuk sedan, truk, dan crossover.

    Pemasok yang akrab dengan rencana seperti itu di GM dan Ford mengatakan kepada Reuters, bahwa kedua produsen itu melihat kendaraan komersial listrik akan sangat menguntungkan. Mereka tidak ingin membiarkan peluang itu diambil Tesla yang saat ini mendominasi mobil listrik untuk penumpang.

    Dalam sebuah pernyataan, GM mengatakan "berkomitmen untuk masa depan dengan menerapkan strategi mobil listrik di multi-segmen. Saat ini, kami tidak memiliki pengumuman tentang kendaraan komersial listrik.”

    Proyek van listrik GM ditujukan pada segmen penting dari pasar kendaraan listrik yang muncul - kendaraan pengiriman komersial. Untuk pemain mapan, ini adalah segmen bisnis yang menguntungkan didorong oleh biaya kepemilikan, bukan teknologi canggih atau kekuatan brand.

    Ini juga merupakan segmen di mana Tesla tidak memiliki pintu masuk untuk bersaing dalam penjualan dan kredit CO2, yang memungkinkan para produsen mobil untuk mengimbangi penjualan kendaraan non-listrik termasuk pikap dan SUV dengan margin tinggi.

    "Pembeli van komersial menginginkan keandalan dan tidak harus nama merek yang mencolok," kata Sam Fiorani, Wakil Presiden di AutoForecast Solutions.

    "Berkurangnya perawatan dan penggunaan bahan bakar kendaraan listrik menjadi sangat menarik bagi pelanggan bisnis, di mana keterbatasan EV saat ini membuat harga premium kurang menarik bagi konsumen individu."

    Pada bulan Februari, Ford mengatakan akan memperkenalkan versi listrik dari Transit van-nya untuk model tahun 2022. "Taruhan paling kritis yang akan kami buat dalam beberapa tahun ke depan adalah kendaraan komersial kami," kata chief operating officer Ford, Jim Farley, kepada Reuters pada saat itu.

    Ford juga merupakan investor di startup asal Michigan, Rivian, yang dijadwalkan mulai membangun 100 ribu van listrik pertama berukuran sedang untuk Amazon mulai tahun depan.

    Saingan Amazon, UPS, telah memesan 10 ribu van listrik ukuran sedang dari Arrival, startup Inggris yang didukung oleh Hyundai Motor dan Kia Motors.

    Nilai gabungan dari kontrak Amazon dan UPS dengan Rivian and Arrival diperkirakan mencapai US$ 4 miliar (setara Rp 56,7 triliun, kurs saat ini US$ 1 = Rp Rp 14.177) atau lebih.

    Peluang bisnis menggiurkan ini nampaknya juga akan diikuti pemain lain seperti Daimler AG, Volkswagen AG dan Fiat Chrysler Automobiles NV, kata Samit Ghosh, kepala eksekutif Amerika untuk perusahaan konsultan dan rekayasa Umlaut.

    "Van listrik untuk pengiriman adalah volume yang tidak bisa diremehkan," katanya. "Saya tidak akan menyebutnya segmen kecil."



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.