Suzuki APV Ambulans Laris di Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ambulans dengan basis dari Suzuki APV. Dok SIS

    Ambulans dengan basis dari Suzuki APV. Dok SIS

    TEMPO.CO, Jakarta - Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang menawarkan Suzuki APV versi ambulans mendapat respons bagus selama masa pandemi virus corona baru (Covid-19). Terutama di wilayah Jabodetabek.

    "Pembelian APV ambulans paling banyak dari rumah sakit di wilayah Jabodetabek. Kemudian dari Dinas Kesehatan, yang jumlahnya sampai ratusan unit," kata Head of 4W Brand Development dan Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales, Harold Donnel, Kamis, 4 Juni 2020.

    Untuk proses pembelian APV ambulans, kata Harold, Suzuki menerima pembelian secara langsung, baik itu melalui proses tender atau perorangan. Selain itu, bisa juga melakukan pemesanan secara langsung di jaringan dealer Suzuki yang ada di seluruh wilayah Indonesia.

    "Di era pandemi ini memang banyak permintaan," ujarnya.

    Adapun harga yang dibanderol untuk setiap unit mobil operasional kesehatan itu beragam. Harganya kata dia, tergantung spesifikasi fitur atau kesehatan yang tersemat pada mobil tersebut. SIS sendiri menawarkan harga termurah mulai Rp 218,6 juta.

    "Paket harga beragam, mulai Rp 218,6 juta hingga yang paling mahal Rp 400 jutaan," katanya.

    Selain APV Ambulans, penjualan pikap Suzuki Carry dan Suzuki Karoseri alias mobil angkot juga mendapat respons positif di tengah kemerosotan permintaan akibat wabah virus corona dalam tiga bulan terakhir.

    Di bulan Juni ini, Harold berharap gairah pasar otomotif bisa meningkat setelah pemerintah di berbagai tingkatan mulai melonggarkan aturan PSBB. Seperti di DKI Jakarta yang baru saja menetapkan bulan Juni sebagai masa PSBB transisi.

    "Prediksi bulan Juni secara nasional diharapkan bisa naik. Kalau bisa naik 5 persen itu sudah sangat bagus," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.