Studi: Mobil Otonom Sulit Turunkan Angka Kecelakaan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Otonom Uber Volvo XC90 (Reuters)

    Mobil Otonom Uber Volvo XC90 (Reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pekerja mobil otonom mengkritik hasil studi Lembaga Asuransi untuk Keselamatan Jalan Raya (IIHS) yang menyebut bahwa hanya sepertiga dari semua kecelakaan jalan raya Amerika Serikat yang dapat dicegah dengan mobil tanpa pengemudi.

    Dilansir dari Reuters, IIHS menganalisis 5.000 kecelakaan di AS dan menyimpulkan bahwa kemungkinan kecelakaan hanya disebabkan oleh kesalahan persepsi pengemudi. Masalah itu disebut sulit diatasi atau dicegah oleh mobil-mobil tanpa pengemudi tersebut.

    Mendengar itu, pihak-pihak dari industri kendaraan otonom kemudian merespons dengan cepat. Mereka mengklaim bahwa mobil otomom sudah diprogram untuk mencegah potensi penyebab kecelakaan yang jauh lebih tinggi. Termasuk kesalahan kompleks yang disebabkan oleh pengemudi saat bermanuver atau menghindar.

    Bahkan Partners for Automated Vehicle Education, yang merupakan konsorsium perusahaan teknologi self-driving menyatakan bahwa mobil otonom bisa menghindari 72 persen kecelakaan.

    The Alliance for Automotive Innovation dalam sebuah pernyataan juga mengatakan bahwa mobil otonom dapat mengurangi angka kematian lalu lintas di Negeri Abang Sam.

    Tak heran jika perusahaan sekelas General Motors Co mengusung slogan "zero crash". Perusahaan asal USA itu memang nyaring berbicara mengenai mobil otonom dalam beberapa tahun terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.