Audi Percepat Produksi Mobil Listrik Melalui Proyek Artemis

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian belakang mobil konsep Audi e-tron Sportback dalam acara Shanghai Auto Show di Shanghai, Cina, 19 April 2017. Logo empat cincin sebagai identitas dari Audi tampak dominan di depan dan belakang kendaraan. REUTERS/Aly Song

    Bagian belakang mobil konsep Audi e-tron Sportback dalam acara Shanghai Auto Show di Shanghai, Cina, 19 April 2017. Logo empat cincin sebagai identitas dari Audi tampak dominan di depan dan belakang kendaraan. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Manufaktur otomotif Jerman di bawah naungan Grup Volkswagen, Audi, memperkenalkan proyek percepatan mobil listrik "Audi Artemis" dengan target membawa lebih banyak kendaraan ramah lingkungan ke jalan raya pada 2024.

    Audi Artemis akan fokus pada beberapa kerangka kerja utama, antara lain teknologi baru, mobil otonom, serta mobil tertentu yang lebih spesifik pada efisiensi bahan bakar.

    Proyek ini diusung CEO Audi, Markus Duesmann, yang baru menjabat dua bulan lalu, dikutip Reuters pada Sabtu, 6 Juni 2020.

    "Dengan 75 model mobil listrik yang direncanakan pada 2029, inisiatif ini akan meningkatkan kapasitas kami di grup Volkswagen," kata Markus Duesmann.

    "Pertanyaan yang jelas adalah bagaimana kami menerapkan tolok ukur teknologi tinggi, tanpa membahayakan pengelolaan proyek yang ada, dan pada saat yang sama memanfaatkan peluang baru di pasar," ujar Markus.

    Markus memastikan bahna staf proyek Artemis diberi kebebasan besar untuk bekerja secara global. Mereka akan bermarkas di Ingolstadt Jerman dan pantai barat Amerika Serikat.

    Audi Artemis tidak hanya mengerjakan hal-hal berkaitan dengan mesin dan baterai mobil listrik, namun akan ambil bagian dalam pengembangan digitalisasi otomotif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.