Mei 2020, Honda Catat Penjualan Retail 1.291 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda Brio Satya. 19 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    All New Honda Brio Satya. 19 Oktober 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaPT Honda Prospect Motor (HPM), agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia, membukukan penjualan retail (dari dealer ke konsumen) sebanyak 1.291 unit sepanjang Mei 2020. Angka ini menurun 89,5 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya.

    “Dari angka itu, 52 persen kontribusi penjualan disumbang oleh Honda Brio,” kata Yusak Billy, Business Innovation and Sales Marketing Director PT HPM kepada Tempo, Selasa, 9 Juni 2020. .

    Sedangkan untuk penjualan wholesales (pengiriman dari pabrik ke dealer), Honda mengirimkan sebanyak 101 unit. “Stok kendaraan masih cukup di dealer,” ujarnya.

    Billy menambahkan bahwa seluruh dealer Honda telah beroperasi kembali mulai awal Juni 2020 dengan mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19 dari pemerintah setempat. “Seperti di Jakarta, di masa PSBB transisi jumlah karyawan yang masuk dibatasi, mengikuti aturan yang ada,” kata dia.

    Juni ini Billy berharap penjualan akan membaik. Menurut dia, respons konsumen di minggu pertama Juni cukup baik. Hal ini dilihat dari jumlah pemesanan kendaraan yang menunjukkan tren peningkatan dibanding pada minggu pertama Mei lalu. “Aktivitas konsumen mulai berjalan kembali dengan penerapan PSBB transisi dan New Normal. Kami berharap pasar dapat tumbuh dengan cepat,” ujarnya.

    Billy menjelaskan bahwa saat ini Honda fokus pada penjualan secara online. Behavior konsumen, kata Billy, sudah berubah dengan menggunakan media digital. Honda pun mendongkrak penjualan dengan penawaran khusus pembelian melalui jalur media digital untuk Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda Brio, dan Honda HR-V. “Bisa melalui website resmi kami ataupun e-commerce yang sudah disiapkan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.