Mobil Listrik Volkswagen ID.3 Dikirim ke Konsumen Mulai September

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. Desain depan Volkswagen ID.3 tidak terdapat gril depan untuk masuknya udara, karena mobil ini mengenakan mesin listrik. REUTERS/Matthias Rietschel

    Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) model ID.3 di pabrik VW, Zwickau, Jerman, Selasa, 25 Februari 2020. Desain depan Volkswagen ID.3 tidak terdapat gril depan untuk masuknya udara, karena mobil ini mengenakan mesin listrik. REUTERS/Matthias Rietschel

    TEMPO.CO, FrankfurtVolkswagen mengatakan pengiriman perdana mobl listrik ID.3 akan dimulai pada 1 September 2020, Reuters, 10 Juni 2020. ID.3 "edisi pertama" itu akan dijual dengan harga di bawah 40.000 euro (setara Rp 640,9 juta, kurs saat ini 1 euro = Rp 16.023) minggu depan. Ini sekaligus menandai produsen mobil asal Jerman itu mendorong produksi massal untuk mobil tanpa emisi. 

    Harga peluncuran membuat ID.3 memenuhi syarat hingga 9.000 euro dalam insentif mobil listrik setelah Pemerintah Jerman awal bulan ini menggandakan subsidi mobil listrik untuk kendaraan dengan biaya kurang dari 40.000 euro.

    Pada bulan Maret 2020, Volkswagen mengatakan mobil itu akan mulai dijual di "musim panas". Volkswagen menyebut pengiriman akan dimulai pada 1 September 2020 setelah sebelumnya ada kritikan bahwa produksi mobil listrik itu mengalami penundaan. 

    Peluncuran ID.3 membuat penjualan mobil listrik di Jerman naik 20 persen pada Mei, menjadi 5.578 unit menurut asosiasi industri otomotif Jerman VDA.

    Volkswagen mengatakan ID.3 dapat dipesan mulai 17 Juni dan seterusnya. Versi dasar (tipe terendah) ID.3 yang lebih murah, dengan biaya kurang dari 30.000 euro, juga akan disiapkan.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.