PSBB Transisi, Honda Scoopy Mulai Banyak Diinden Konsumen

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AHM merilis tujuh warna baru Honda Scoopy. Dok AHM

    AHM merilis tujuh warna baru Honda Scoopy. Dok AHM

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) menyatakan penjualan sepeda motor mulai bergerak naik seiring dengan dibukanya kelonggaran PSBB atau masa transisi. Hal ini dengan mulai adanya inden sepeda motor Honda. Ia mengungkapkan sejak Maret-April, penjualan turun bersamaan dengan pemberlakukan PSBB, otomatis inden sepeda motor mengalami penurunan.

    "Mulai Juni, ekonomi mulai bergerak nah ada demand sinyal inden. Lebih di (model) Scoopy, gambarannya," kata Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya dalam Halal Bihalal Virtual AHM, Kamis 11 Juni 2020.

    Selama pandemi Virus Corona atau Covid-19, industri sepeda motor salah satu korbannya. Penjualan mengalami penurunan signifikan. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI memperkirakan penjualan merosot hingga 40-46 persen. AHM sebagai salah satu produsen terbesar sepeda motor di Indonesia juga terpaksa mengoreksi target penjualan sepeda motornya. "Yang awalnya 4,8 juta unit setahun, kita koreksi sekitar 2,8-3 juta unit motor pertahun. Ini inline dengan dampak di pasar," ujar Thomas.

    Di masa Pandemi ini, AHM masih mengandalkan Honda Beat dan Scoopy. Model matik hingga bulan April memberikan kontribusi penjualan mencapai 86 persen. Model entry level menjadi penopang penjualan selama masa PSBB. Adapun model sport masih stabil yaitu dikisaran kontribusi 7,9 persen.

    Menurut Yohanes Loman Excecutive Vice President AHM, terpukulnya penjualan sepeda motor juga ditunjang dengan kondisi lembaga pembiayaan yang juga terpuruk. Selama ini, AHM mengandalkan penjualan motor dari sistem pembayaran kredit mencapai 70 persen. Sehingga, ia berharap semua sektor yang terkait dengan industri sepeda motor bisa bahu membahu untuk terus bertahan. "Saat ini kita menjaga suplayer dan jaringan termasuk lembaga pembiayaan agar tetap bisa survive," ucapnya.

    AHM, kata Thomas, masih berharap juga dari penjualan ekspor. Dengan mulai dibukanya lockdown di sejumlah negara Asia seperti Thailand, Vietnam dan Jepang. Di beberapa negara Asia dampak Corona ini lebih dulu dari Indonesia sehingga saat ini beberapa diantaranya sudah mulai beraktivitas normal. Saat ini, AHM mengeskpor CBU ke Filipina dan CKD ke Jepang, Thailand dan Vietnam. "Kita masih mencari celah dari kebijakan negara tersebut. Harapannya market bisa naik dengan pertumbuhan volume maupun dari varian yang bertambah," ujarnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.