Toyota dan Suzuki Melirik Peluang saat Pandemi, Ini Strateginya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Suasana penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin 20 Mei 2019. Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat dibandingkan hari biasa pada bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Virus Corona (Covid-19) memukul hampir semua sektor industri, namun kini mereka mulai bangkit dengan strategi baru. Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi mengatakan pihaknya akan meningkatkan aktivitas pemasaran, baik secara daring maupun luring pada masa transisi PSBB.

    Dia menyebutkan angka prospek penjualan kendaraan secara daring terus mengalami peningkatan. "Dulu biasanya di bawah 10 persen, sekarang sudah naik ke level 15 persen-20 persen. Ke depannya kemungkinan bisa naik lagi," ungkapnya.

    Capaian penjualan ritel Toyota pada Mei 2020 diketahui hanya mencatatkan 6.727 unit. Jumlah itu turun 78,8 persen dibandingkan Mei 2019, yang membukukan 31.871 unit.

    Sementara itu, masa transisi PSBB diyakini dapat menciptakan ceruk pasar yang berpotensi meningkatkan kinerja penjualan perusahaan pada masa pandemi virus corona.

    Harold Donnel, Head of 4W Brand Development dan Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), memperkirakan bakal ada calon konsumen yang membutuhkan kendaraan pribadi guna membatasi jarak fisik dengan orang lain.

    "Suzuki akan mengisi ceruk itu dengan kendaraan yang sesuai dengan bujet konsumen. Tentunya, kendaraan yang terjangkau bagi konsumen pasca-pandemi, sekaligus memenuhi ekspektasi konsumen yang mementingkan kesehatan," tuturnya baru-baru ini.

    Peningkatan pembelian mobil pasca-pandemi virus corona sejalan dengan survei yang dilakukan Institute for Business Value (IBM). Survei terhadap 14.000 orang tersebut mengungkapkan 17 persen responden berniat mengendarai kendaraan pribadi lebih sering di tengah wabah.

    Sebanyak 20 persen orang yang sebelum pandemi rajin menggunakan angkutan umum, seperti kereta bawah tanah atau kereta api, mengatakan tidak akan lagi melakukannya. Sementara itu, 28 persen lainnya mengaku akan lebih jarang menggunakan transportasi umum.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.