Pabrik Volkswagen di Meksiko Siap Beroperasi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Volkswagen. AP Photo

    Logo Volkswagen. AP Photo

    TEMPO.CO, Mexico CityVolkswagen Meksiko akan mengirim pekerja kembali ke pabriknya di negara bagian Puebla pada hari Selasa, 16 Juni 2020, untuk pelatihan dan persiapan operasional kembali secara bertahap, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Minggu, 14 Juni 2020. 

    Puebla, tempat produsen mobil Jerman dan unit merek mewah Audi memiliki pabrik besar, mengatakan pekan lalu bahwa dewan kota belum siap untuk membuka kembali sektor otomotifnya karena kekhawatiran tentang wabah virus corona baru (Covid-19). Meksiko telah mencatat lebih dari 17.000 kematian akibat pandemi itu.

    Sebelumnya, 
    Gubernur Puebla Miguel Barbosa menandatangani dekrit pada hari Jumat, 12 Juni 2020, yang menyatakan bahwa kondisi pengembalian sektor otomotif dan konstruksi tidak menguntungkan, menurut sebuah pernyataan yang dipublikasikan di akun Twitter negara seperti dilaporkan Reuters, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Barbosa mengatakan ingin membuka kembali ekonomi negara tetapi hal itu tidak akan dilakukan jika harus membahayakan keselamatan warganya. 

    Unit Volkswagen AG Meksiko sebelumnya mengatakan siap untuk melanjutkan operasi di Puebla dan negara bagian Guanajuato pada 15 Juni.

    Meksiko telah mendaftarkan 133.974 kasus virus corona baru (Covid-19) dan 15.944 kematian, meskipun pemerintah mengatakan jumlah sebenarnya infeksi dan kematian secara signifikan lebih tinggi.

    Sebagian besar pabrik mobil di Meksiko mulai dibuka kembali awal bulan ini. Industri otomotif mewakili 3,8 persen dari produk domestik bruto Meksiko (PDB) dan 20,5 persen dari PDB manufaktur, dan secara langsung mempekerjakan hampir satu juta pekerja di Meksiko.




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.