NMI Pastikan Nissan Livina Tetap Dirakit di Pabrik Mitsubishi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rute yang dilalui All New Nissan Livina, Balikpapan-Samarinda, tak semuanya beraspal mulus. Sebagian merupakan jalanan tanah berbatu. 5 Desember 2019. (Nissan)

    Rute yang dilalui All New Nissan Livina, Balikpapan-Samarinda, tak semuanya beraspal mulus. Sebagian merupakan jalanan tanah berbatu. 5 Desember 2019. (Nissan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penutupan pabrik Nissan di Indonesia tidak berimbas pada produksi Nissan Livina. Sebab, mobil MPV itu masih akan diproduksi di pabrik Mitsubishi Indonesia yang merupakan aliansi global dari Nissan. Livina merupakan kembaran dari Mitsubishi Xpander. 

    "Kami terus melanjutkan produksi lokal bersama Mitsubishi dan kami juga akan berkolaborasi untuk beberapa rencana di masa depan," ujar Presiden Direktur, Isao Sekiguchi dalam wawancara secara virtual, Senin, 15 Juni 2020.

    Sekiguchi juga tak menutup peluang bahwa ke depannya akan ada produk Nissan yang dirakit di pabrik Mitsubishi. 

    Adapun kebijakan penutupan pabrik Nissan yang beredar selama ini, hanya berimbas pada produksi mobil merek Datsun. Ya, pabrik Nissan di Purwakarta diketahui sempat memproduksi Datsun Go dan Datsun Go+. Sekiguchi enggan menjawab ketika ditanya masa depan pabrik Nissan di Purwakarta. 

    Sementara untuk produk Nissan yang dijual di Indonesia, seperti Juke, Terra, dan Navara adalah produk impor dari Thailand. Adapun Serena dan X-trail diimpor utuh dari Jepang.

    Berbicara soal Nissan Livina, Sekiguchi juga sempat menyebut bahwa Livina masih menjadi andalan Nissan di Indonesia. Kata dia, di tengah pandemi corona yang membuat penjualan mobil seret, produk ini masih menunjukkan performa yang lumayan.

    "Tentu saja Livina, masih bagus. Kemudan Nissan Terra juga banyak diminati," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.