Nissan-Mitsubishi Bisa Kolaborasi Produk Lain di Indonesia

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Mitsubishi Xpander diproduksi di Pabrik Mitsubishi, Ciakarang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 160 ribu per tahun. Mitsubishi Xpander ditargetkan diproduksi sebanyak 5.000 unit per bulan. 3 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Mobil Mitsubishi Xpander diproduksi di Pabrik Mitsubishi, Ciakarang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 160 ribu per tahun. Mitsubishi Xpander ditargetkan diproduksi sebanyak 5.000 unit per bulan. 3 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, JakartaPabrik Nissan Motor Indonesia di Jawa Barat secara resmi ditutup. Fasilitas pabrik itu akan diambil alih Mitsubishi, sebagai mitra aliansi global merek asal Jepang tersebut.

    "Kami (NMI) memang menutup fasilitas produksi, tapi bukan berarti tidak ada produksi lokal. Karena dalam aliansi, kami bisa saling berkolaborasi," ujar Presiden Direktur NMI, Isao Sekiguchi, Senin, 16 Juni 2020.

    Sejurus dengan itu, Sekiguchi juga tak menutup kemungkinan Nissan Indonesia merakit atau memproduksi produknya selain Livina di pabrik-pabrik yang berada di bawah bendera Mitsubishi. "Kami masih mempelajari beragam opsi, termasuk untuk pabrik di Purwakarta," ujarnya.

    Sebelumnya, pabrik NMI itu sempat digunakan untuk memproduksi Nissan Livina dan linep up Datsun Go. Namun sejak Maret 2019, produksi All New Livina dialihkan ke pabrik Mitsubishi di Bekasi yang juga memproduksi Mitsubishi Xpander. Tak lama kemudian, tepatnya per Januari 2020, giliran Datsun yang juga berada di bawah bendera NMI menghentikan proses produksi.

    Kebijakan itu tak lepas dari upaya Nissan Global untuk melakukan efisiensi keuangan. Seperti diketahui, produsen otomotif terbesar kedua di Jepang itu mengalami guncangan dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari skandal Carlos Ghosn, hingga pandemi Corona yang juga menghantam nyaris semua perusahaan otomotif.

    Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pabrik Nissan di Jawa Barat pernah digunakan untuk merakit beberapa model Nissan seperti Livina. Pabrik ini juga digunakan untuk merakit produk Datsun, yakni Datsun Go Panca dan Go+ Panca yang bermain di segmen Low Cost Green Car. 

    Di Indonesia, NMI pernah berjaya dengan menempati posisi enam besar penjualan pada 2012 dengan angka 67,143 unit. Dalam 10 tahun terakhir, pangsa pasar tertinggi Nissan mencapai 6,3 persen yang diraih pada 2011. Nahasnya, setelah itu penjualan Nissan terus menurun. Bahkan pada 2015, penjualan Nissan disalip oleh Datsun, yang notabene berada di bawah Nissan.

    Pada 2019, NMI meluncurkan All New Nissan Livina, sebagai kembaran Mitsubishi Xpander. Ini adalah model baru pertama Nissan di Indonesia setelah lima tahun vakum meluncurkan produk baru. Hasilnya cukup menjanjikan, penjualan Nissan kembali membaik, dari 6.885 unit pada 2018 menjadi 12.302 unit setahun berikutnya.

    Sebaliknya Datsun terjun bebas. Dari 10.433 pada 2018 menjadi 6.487 unit di 2019. Turunnya penjualan Datsun ini bisa jadi karena Nissan Global memutuskan untuk menghentikan produksi Datsun di Indonesia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto