Begini Cara Industri Modifikasi Bertahan dari Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu stand peserta pameran modifikasi Indonesia Modification Expo 2019 di Jakarta. (NMAA)

    Salah satu stand peserta pameran modifikasi Indonesia Modification Expo 2019 di Jakarta. (NMAA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pelaku industri otomotif berupaya untuk beradaptasi dengan kenormalan baru atau New Normal di tengah pandemi virus corona. Tak terkecuali, industri modifikasi dan aftermarket.

    "Di tengah situasi ini, kami mencoba mendorong pelaku-pelaku usaha industri modifikasi dan aftermarket agar tetap jalan. Kami yakin modifikator dapat bertahan dengan berbagai strategi kreatif, karena kreativitas merupakan bagian tak terpisahkan dari para modifikator," ujar Founder NMAA sekaligus perintis IMX Project, Andre Mulyadi, Jumat, 19 Juni 2020.

    Pandemi Covid-19, kata dia, belum kelihatan akan mereda dalam waktu dekat. Oleh karena Aftermarket Association (NMAA) dan Indonesia Modification Expo (IMX) terus mendukung perkembangan dunia modifikasi dan komponen aftermarket Tanah Air.

    Seperti mendukung upaya-upaya promosi dan penjualan kreatif di tengah pandemi. Termasuk juga persiapan dalam mengadakan event expo dan lifestyle terbesar, Tokopedia IMX 2020 pada 10-11 Oktober mendatang.

    Peran NMAA dan IMX dalam hal ini adalah mempertemukan pasar potensial untuk produk aftermarket atau jasa modifikasi yang dibutuhkan. Salah satu caranya dengan menggandeng market place terbesar di Indonesia, Tokopedia.

    Kebijakan itu sudah bisa dirasakan oleh Toko velg legendaris Permaisuri Ban. Ya, perusahaan ini kabarnya sudah lama berjualan melalui Tokopedia dan mendapat predikat Official Store. Nah saat ini, Permaisuri Ban semakin menggencarkan cara berjualan mereka melalui Tokopedia karena dinilai sangat efektif untuk menjangkau calon konsumen di luar kota maupun untuk mereka yang lebih memilih belanja dari rumah.

    "Kondisi saat ini membuat Permaisuri memiliki protokol kesehatan khusus di toko. Selain itu tentunya kami menggenjot penjualan melalui market place, jadi konsumen tingal duduk manis di rumah karena semua sales di Permaisuri Ban aka menjadi konsultan yang tepat untuk memilih velg dan ban," ujar Owner Permaisuri Ban, Wibowo Santosa.

    Produk aftermarket perawatan kendaraan Turtle Wax yang mengusung konsep “do it yourself” untuk hampir semua produk yang dijualnya, membuat konsumen bisa langsung memakai produk perawatan ke mobilnya. Konsep ini dianggap sangat berguna di masa-masa pandemi.

    "Lebih dri 30 varian produk perawatan mobil yang diluncurkan di Indonesia, membuat Turtle Wax bisa menjadi pilihan produk perawatan eksterior dan interior mobil untuk konsumen yang saat ini masih membatasi kegiatan di luar rumah," ujar Business Director PT Laris Chandra yang menaungi Turtle Wax, Stanley Tjhie.

    Turtle Wax merupakan merek ternama dari Amerika Serikat yang konsisten memberikan perhatian khusus pada perawatan mobil sejak 1953. Saat ini telah menjual produknya ke lebih dari 90 negara di dunia, termasuk di Indonesia.

    Dari dua contoh di atas, membuktikan bahwa industri dan aftermarket Tanah Air bisa bertahan di masa-masa sulit seperti sekarang ini. "Kami yakin bahwa dengan banyaknya pelaku usaha modifikasi dan aftermarket yang mendorong cara-cara penjualan secara digital membuat industri ini akan pulih dengan cepat," ujar Andre Mulyadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.