Permintaan Lesu, Nissan Kembali Pangkas Produksi di Jepang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Nissan. REUTERS/Aly Song

    Logo Nissan. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, TokyoNissan Motor Co dilaporkan berencana untuk mengurangi lebih banyak shift di tiga pabrik perakitannya di Jepang karena penurunan permintaan. Informasi itu dikutip Reuters dari dua sumber internal Nissan pada Jumat, 19 Juni 2020, ketika produsen mobil itu berjuang untuk memulihkan penjualan setelah dihantam pandemi virus corona baru (Covid-19).

    Nissan berencana untuk membatalkan semua shift malam di pabriknya di Oppama, prefektur Kanagawa, dan di jalur produksi di Kyushu, Jepang selatan, antara 29 Juni dan 31 Juli, menurut sumber itu. 

    Pergeseran shift malam pada jalur kedua di Pabrik Kyushu juga kemungkinan akan dibatalkan antara 20-31 Juli. Sementara itu, pabrik di Prefektur Tochigi akan ditutup selama delapan hari pada Juli mendatang.

    Seorang juru bicara Nissan mengatakan dia sedang memeriksa masalah ini.

    Pengurangan produksi terbaru datang setelah Nissan memangkas produksi di dalam dan luar negeri sejak Februari, dimulai di Cina.

    "Ketidakpastian produksi kemungkinan akan terus berlanjut, mengingat bahwa kami mungkin juga menghadapi masalah pengadaan tergantung pada penghentian tambahan di pabrik di luar negeri," kata salah satu sumber itu.

    Nissan, yang membukukan kerugian tahunan pertama dalam 11 tahun terakhir, sedang berjuang untuk mendapatkan kembali keuntungan setelah penggulingan mantan pemimpin mereka, Carlos Ghosn.

    Pengurangan produksi terbaru akan menjadi pukulan besar bagi pabrik Kyushu, yang sebagian besar produksi untuk ekspor.

    Pabrik ini memproduksi Nissan Rogue, model crossover SUV terlaris Nissan, yang penjualannya melambat menjelang rencana peluncuran versi terbaru tahun ini.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.