Pandemi Corona, Toyota Optimalkan Penjualan Secara Online

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Logo

    Toyota Logo

    TEMPO.CO, JakartaPT Toyota Astra Motor (TAM), agen pemegang merek Toyota di Indonesia, aktif melakukan penjualan mobil secara online sejak virus corona baru (Covid-19) mewabah.

    Pemanfaatkan toko online ini menjadi solusi ketika showroom atau dealer tutup karena pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengendalikan Covid-19.

    Wakil Presiden Direktur PT TAM, Henry Tanoto, mengatakan bahwa aktivitas digital yang di dalamnya termasuk penjualan mobil secara online akan menjadi tren yang terus berkembang di masa mendatang, meskipun nantinya Covid-19 berakhir.

    “Tren edukasi, sales, promosi, secara digital akan terus berkembang. Kami di Toyota telah memiliki sejumlah program digital yang akan terus dikembangkan,” kata Henry di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Marketing Planning and New Business Division Head, Lina Agustina, mengatakan bahwa penjualan mobil Toyota saat ini telah dilakukan di marketplace Tokopedia. Ke depan, kata dia, layanan penjualan secara online ini akan diperluas di marketplace lainnya. “Kami mendorong dealer untuk aktif di penjualan secara online,” kata Lina.

    Menurut Lina, penjualan secara online melalui gerai di Tokopedia sudah bisa dilakukan transaksi layaknya penjualan di showroom. Hanya saja, nilainya masih kecil. “Beli pakai kartu kredit pun bisa. Kan sekarang sudah ada yang limitnya bisa mencapai Rp 500 juta,” ujarnya. “Penjualan secara online ini langsung oleh dealer. Kami hanya mengarahkan.”

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil ritel (dari dealer ke konsumen) Mei 2020 mencapai 17.083 unit. Angka ini menurun 29,6 persen dibanding penjualan bulan sebelumnya sebesar 24.273 unit. Dari angka itu, Toyota memimpin dengan total penjualan sebanyak 6.727 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.