Agar Asuransi Tak Hangus saat Mobil Dijadikan Taksi Online

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menaiki taksi online yang dipasangi sekat pelindung di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020.  ANTARA/Galih Pradipta

    Penumpang menaiki taksi online yang dipasangi sekat pelindung di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Klaim asuransi mobil akan gugur jika kendaraan dialihkan menjadi taksi online. Pasalnya kendaraan mengalami perubahan fungsi dari kendaraan pribadi menjadi angkutan komersil.

    Head of Communication & Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto melalui keterangan resminya, Sabtu, 20 Juni 2020, menyebutkan untuk membuat klaim asuransi kendaraan tidak tertolak, maka pemilik kendaraan harus segera melaporkan perubahan pemanfaatna kendaraan kepada pihak asuransi.

    “Merujuk dari Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 4 mengenai definisi yang membedakan penggunaan mobil pribadi dengan penggunaan mobil komersial. Di antaranya pada poin 12. Penggunaan Pribadi adalah penggunaan atas Kendaraan Bermotor tersebut untuk kepentingan angkutan pribadi pengguna kendaraan,” ulas Iwan.

    Selain perubahan pemanfaatan, penyewaan mobil atau rental kendaraan juga dapat menjadi penyebab klaim tertolak jika terjadi kecelakaan.

    "Selain itu pada poin 13. Penggunaan Komersial adalah penggunaan atas Kendaraan Bermotor tersebut untuk disewakan atau menerima balas jasa," kata Iwan.

    Laporan pemilik mobil ke pihak asuransi diperlukan, karena Jika tidak melaporkan kepada pihak asuransi, akan dianggap ingkar janji. Pembelian kendaraan dinilai di luar perjanjian awal yang tercantum pada polis.

    Untuk memastikan perlindungan asuransi tetap maksimal, Irwan mengharapkan pemilik kendaraan selalu mengonsultasikan setiap perubahan kecil yang ingin dilakukan pada mobil.

    “Agar ketika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, proses klaim kerusakan dapat dilakukan dengan lebih mudah,” katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.