Nissan Terra Diobral dengan Diskon Ratusan Juta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nissan Terra, Juni 2019. TEMPO/Aditya Sista

    Nissan Terra, Juni 2019. TEMPO/Aditya Sista

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah lesunya pasar otomotif akibat pandemi virus corona baru (Covid-19), sejumlah dealer meluncurkan program diskon. Salah satunya, dealer Nissan di Bekasi Timur ini yang mengeluarkan potongan harga untuk Nissan Terra hingga ratusan juta.

    Seperti diumumkan di akun instagram Nissanbekasitimur.id, Nissan Terra dibanderol dengan harga Rp 435 juta untuk tipe VL 4x2. Harga itu turun dari harga saat ini yang berkisar Rp 537 jutaan.

    Saat dikonfirmasi ihwal Nissan Terra diskon tersebut, sales yang menyertakan nomor telepon di iklan itu menyebut bahwa tipenya adalah VL dengan tahun produksi 2018.

    "Mobil itu tahun 2018," ujarnya.

    Nissan Terra VL 4x2 memiliki fitur keselamatan standar ABS, EBD, 6 airbags, Hill Start Assist, Blind Spot Warning, Lane Departure Warning, dan kontrol stabilitas.

    Dari sisi fitur hiburan, Terra dibekali audio layar sentuh 7 inci, dan 6 speaker. Lalu untuk fitur kenyamanan di dalam kabin, tersedia, AC dual zone, spion pintar, pelipat kursi dengan tombol, dan layar monitor tengah. Kemudian untuk fitur keamanan, SUV ini disematkan cruise control, kamera 360, dan tire pressure monitoring.

    Di sektor dapur pacu, Nissan Terra menggunakan mesin Diesel YD25DDTI (turbo), 2.488 cc. Di atas kertas, mobil ini sanggup menghasilkan tenaga 187 hp pada 3.600 rpm dan torsi maksimum 450 Nm pada 2.000 rpm.

    Di segmen SUV ladder frame, Nissan Terra berhadapan dengan Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Isuzu mu-X. Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport merupakan pemimpin penjualan di segmen ini. Keduanya silih berganti sebagai model terlaris. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.