Pedagang Motor Bekas Ketiban Untung di Masa Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yamaha RX King Special Edition lansiran 2003 milik Arif King Priok laku terjual Rp 150 juta.

    Yamaha RX King Special Edition lansiran 2003 milik Arif King Priok laku terjual Rp 150 juta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang motor bekas, Ahmad Arif atau akrab Arif King Priok mengaku ketiban untung di masa pandemi. Kata dia, banyak orang menjual motor kesayagannya karena terdesak kebutuhan lain.

    "Ini mohon maaf saja yah, justru banyak orang yang jual motor ke saya. Alasannya, gak bisa merawat lagi atau lagi butuh duit untuk kebutuhan hidup, jadi pada dijualin," ujar Arif kepada Tempo, Minggu, 21 Juni 2020.

    Alhamdulillah, kata dia, karena setelah dijual ke saya, tetap aja laku. Jadi saat pandemi virus corona, Arif mengaku usahanya berjalan lebih baik.

    "Saya sih tidak terlalu terpengaruh. Itu bisa dilihat juga IG (Instagram) saya @arifkingpriok, banyak yang laku," ujarnya. 

    Baca juga: Kisah Yamaha RX King Edisi Emas Bisa Laku Rp 150 Juta

    Arif menambahkan bahwa motor yang ia jual selama pandemi selalu terjual. Bahkan menurut dia, penjualan di masa pandemi April - Juni ini lebih baik ketimbang di masa normal.

    "Kalau ditanya berapa yang laku, banyak banget. Saya gak bisa sebut detilnya, tapi selama masa pandemi ini malah lebih banyak laku," ucapnya. "Poinnya banyak yang jual motor, terus begitu sampai di saya, cepat banget lakunya."

    Arif King Priok sempat viral setelah menjual sepeda motor Yamaha RX King jadul Rp 150 juta beberapa waktu lalu. Selain menjual motor RX King, ia juga dikenal melayani jual beli motor bekas berbagai merek. Arif memanfaatkan media sosial Instagram untuk menawarkan motor bekas dagangannya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.