Corona, Industri Otomotif Inggris Minta Bantuan Pemerintah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik otomotif asal Inggris yang sangat terkenal di dunia Balap, Lotus resmi memproduksi mobil listrik yang memiliki tenaga super layaknya Pininfarina Battista. topgear.com

    Pabrik otomotif asal Inggris yang sangat terkenal di dunia Balap, Lotus resmi memproduksi mobil listrik yang memiliki tenaga super layaknya Pininfarina Battista. topgear.com

    TEMPO.CO, London - Industri otomotif Inggris meminta pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan seperti pemotongan pajak untuk mendorong sektor otomotif yang ambruk akibat pandemi virus corona. Hampir sepertiga pekerja di industri ini juga masih cuti.

    "Intervensi pemerintah belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kepala Eksekutif SMMT atau Industri Society of Motor Manufacturers and Trader, Mike Hawes seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 23 Juni 2020.

    Pemerintah Inggris sendiri diketahui telah memperkenalkan serangkaian kebijakan untuk mendukung perekonomian. Termasuk skema cuti dengan membayar 80 persen dari total gaji, hingga per bulan untuk staf yang cuti sementara. Namun kebijakan itu dianggap belum cukup.

    "Itu belum selesai, seperti di negara lain, kita membutuhkan paket dukungan untuk memulai kembali, untuk membangun permintaan, volume dan pertumbuhan,"kata Mike.

    Volume penjualan mobil dan van di Inggris diperkirakan turun sepertiga menjadi 920.000 unit tahun ini. Itu tak lepas dari kebijakan penutupan pabrik sejak Maret ketika lockdown diberlakukan untuk menahan penyebaran pandemi.

    Hingga kini beberapa pabrik masih ditutup. Adapun yang sudah beroperasi, masih dibatasi untuk memproduksi kendaraan. Hal ini membuat industri otomotif Inggris turun ke tingkat produksi terendah dalam beberapa dekade terakhir.

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.