Penjualan Mobil LCGC Mei 2020 Paling Buruk, Hanya Laku 154 Unit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Calya baru diperkenalkan di salah datu restoran di Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    Toyota Calya baru diperkenalkan di salah datu restoran di Jakarta Pusat, Senin, 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wholesale atau penjualan dari pabrik ke dealer Low Cost Green Car atau LCGC dan juga dikenal kendaraan hemat energi dan harga terjangkau mengalami penurunan signinifikan pada Mei 2020. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), segmen ini hanya melego 154 unit sepanjang Mei 2020, anjlok 99,1 persen dibandingkan penjualan Mei 2019 yang membukukan 18.263 unit.

    Capaian penjualan Mei juga turun signifikan jika dibandingkan dengan kinerja penjualan April, yang mencatatkan wholesale sebanyak 1.432 unit. Sementara pada Maret tercatat masih di angka 18.507 unit.

    Dari jumlah 154 unit wholesale pada Mei, Toyota Calya menempatkan diri sebagai kontributor terbanyak dengan catatan 60 unit, Agya 46 unit, Suzuki Karimun Wagon R 26 unit, dan Honda Brio Satya 22 unit.

    Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) sempat mengatakan bahwa penyesuaian produksi pabrikan berkaitan erat dengan level stok yang sehat di dealer. Di sisi lain, kata Billy, penjualan ritel Honda yang mencapai 1.291 unit pada Mei 2020 ditopang oleh penjualan Brio sebesar 52 persen.

    Berdasarkan data penjualan ritel yang diolah PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Honda Brio terjual sebanyak 397 unit pada Mei. Sementara itu, kinerja penjualan Daihatsu Ayla mencapai 656 unit dan Toyota Agya sebanyak 724 unit.

    Total, ada enam model yang bersaing di segmen LCGC, yaitu Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon R, Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Ayla, dan Daihatsu Sigra.

    Masih berdasarkan data ADM, pangsa pasar ritel LCGC diketahui merangkak naik dari 9,1 persen pada April, menjadi 10,9 persen di bulan Mei.

    Seperti yang diketahui, realisasi penjualan ritel otomotif pada Mei 2020 terperosok ke level terdalam, dengan angka penurunan mencapai 82 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

    Volume penjualan ritel kendaran roda empat pada Mei hanya 17.083 unit, sedangkan komparasi pada Mei 2019 masih mencapai 93.881 unit. Pada saat yang sama, penjualan mobil dari pabrikan ke dealer pada bulan tersebut terjun bebas 95,77 persen secara tahunan menjadi 3.551 unit.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.