Suzuki Swift 2021 Meluncur Akhir Tahun, Visual Berubah Mesin Baru

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suzuki Swift Sport 2020 saat dipamerkan di Tokyo Motor Show, Jepang, 23 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Suzuki Swift Sport 2020 saat dipamerkan di Tokyo Motor Show, Jepang, 23 Oktober 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Maruti Suzuki, APM Suzuki di India sedang mengerjakan penyiapkan facelift Suzuki Swift generasi ketiga yang akan meluncur akhir tahun ini. Suzuki Swift menjadi salah satu andalan pendulang penjualan setelah Suzuki Vitara Brezza.

    Seperti dikutip dari Rushlane, Suzuki Swift tidak akan mengalami perubahan radikal. Facelift ini hanya menyentuh beberapa bagian dengan upgrade visual yang halus. Di antaranya, bumper, lampu kabut, velg, grill lebih besar. Interior juga akan mengalami beberapa pembaruan kecil.

    Perubahan paling signifikan, adalah penggunaan mesin bensin Dualjet. Mesin 1,2 liter yang digunakan pada model saat ini akan lebih optimal dan efisiensi yang lebih baik dengan penggunaan injektor bahan bakar ganda per silinder. Mesin Dualjet akan menawarkan tambahan tenaga 7 hp lebih banyak pada 90 hp. Sistem hybrid ringan dengan Integrated Starter Generator (ISG) dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.

    Penggunaan Dual jet ini sebagai langkah Suzuki untuk menghindari penggunaan turbo injeksi langsung yang mulai dianut sebagian besar pesaingnya. Pilihan Suzuki ini memiliki keuntungan yang jelas sejauh menyangkut soal biaya perakitan dan penghematan bahan bakar. Ke depan, Suzuki tidak akan menawarkan pilihan mesin diesel lagi tetapi kemungkinan ada varian CNG.

    Soal fitur, Suzuki Swift dikabarkan akan dilengkapi dengan sistem infotainment layar sentuh yang sedikit lebih besar dengan konektivitas yang ditingkatkan. Trim dan pelapis baru juga ditawarkan dengan pilihan lebih banyak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.