Inilah Pembalap Wanita Tercepat di Dunia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jessi Combs pembalap tercepat di dunia. Sumber: carscoops.com

    Jessi Combs pembalap tercepat di dunia. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mendiang Jessi Combs telah ditetapkan oleh Guinness Book of World Records sebagai pembalap wanita tercepat di dunia, sekitar 10 bulan setelah dia tewas dalam kecelakaan berkecepatan tinggi.

    Saat mengendarai North American Eagle Supersonic Speed Challenger pada bulan Agustus 2019, Combs menyelesaikan dua putaran pencetakan kecepatan tinggi di hamparan danau kering di Oregon. Pada putaran pertama ia mencapai kecepatan tertinggi 829,368 km/jam sementara pada putaran kedua ia mencapai 882,615 km/jam, membuat rata-rata dua putaran ini 855.992 km/jam.

    Catatan kecepatan itu diserahkan ke Guinness Book of World Records dan sekarang telah diverifikasi oleh Guinness pada 841,338 km/jam. Kecepatan ini mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kitty O'Neil yang menetapkan rata-rata 825,11 km/jam pada tahun 1976.

    Kendaraan yang dipakai untuk menciptakan rekor kecepatan. Sumber: carscoops.com

    Selama acara khusus yang diadakan untuk menghormati Combs pada September 2019 di Petersen Automotive Museum di Los Angeles, keluarganya mengungkapkan dia bermimpi menjadi wanita tercepat di Bumi. Dia sekarang telah mencapai mimpi itu.

    Combs tewas setelah ia mengejar catatan berikutnya setelah menetapkan catatan waktu yang kini ditetapkan sebagai catatan kecepatan terkencang di dunia. Setelah menyelidiki kecelakaan itu, Kantor Sheriff Harney County di Oregon menyimpulkan kecelakaan itu diakibatkan salah satu roda depan mobil patah saat mobil bertenaga jet itu meluncur, kemungkinan besar setelah menabrak sebuah objek di padang pasir. North American Eagle Supersonic Speed Challenger mampu diajak ngebut pada kecepatan sekitar 885 km/jam pada saat itu. Combs meninggal karena trauma benda tumpul.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.