Biasakan Memeriksa Ban Mobil Agar Keamanan Tetap Terjaga

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi merawat ban mobil. (Peugeot)

    Ilustrasi merawat ban mobil. (Peugeot)

    TEMPO.CO, JakartaBan mobil atau roda adalah salah satu bagian penting pada kendaraan. Karena itu, pemilik disarankan untuk merawat ban agar performanya tetap terjaga, dan tentu saja lebih aman saat digunakan untuk berkendara.

    Ban merupakan komponen yang berhubungan langsung antara kendaraan dengan jalan. Apalagi bagian dari kaki-kaki mobil tersebut tak selamanya mendapatkan beban ideal, yang membuat ban bekerja keras.

    Dengan beragam kondisi tersebut, tak heran jika akan muncul beberapa kerusakan pada ban. Hingga mengharuskan karet bundar tersebut segera diganti karena tidak aman jika tetap digunakan. Jika tetap dipaksa melibas jalan, ban rusak akan membuat tidak nyaman bagi pengendara maupun penumpangnya. Lebih buruknya, keamanan berkendaraan akan terancam akibat hal ini.

    Sering menganggap ringan permasalahan mengenai ban akan fatal akibatnya bagi keselamatan. Sebab bisa saja ban yang digunakan tidak dapat bekerja sesuai fungsinya. Untuk menghidari masalah di jalan, ada beberapa indikasi penyebab ban rusak yang harus segera diganti selain tapak atau profil ban yang sudah tipis atau habis. Jadi perhatikan betul tanda-tanda tersebut.

    “Ciri lainnya juga dapat dilihat pada indikator keausan ban atau TWI (tread wear indicator). Langkah ini bisa dilihat pada dinding ban kendaraan. Lihat juga periode produksi ban ada pada permukaan. Umumnya periode minggu dan tahun produksi ban keluar dari pabrik,” kata Aidil Swastomo selaku Head of Aftersales dari Astra Peugeot dalam keterangan resmi, Sabtu, 27 Juni 2020. 

    Usia produksi ban ideal berada di bawah 2 tahun. Performanya masih prima di luar pemakaian yang ekstrim. Contohnya 4019 pada permukaan ban, artinya ban diproduksi minggu ke-40 pada tahun 2019. 

    Cara lainnya  adalah dengan mendengar suara dari ban. Ban yang sudah lama atau performanya menurun, biasa menimbulkan suara bising. Tingkat elastisitas karet pada ban semakin lama akan mengeras sehingga menimbukan suara yang lebih bising daripada kondisi normalnya. Kepekaan pendengaran akan menjadi kunci mengetahui permasalahan ini.

    Kembali ke tanda fisik, jika permukaan ketebalan tapak ban sudah di bawah 60 persen sebaiknya diwaspadai dan segera melakukan penggantian. Permukaan profil ban sobek atau tampak benjol juga harus segera diganti. Jika bagian dinding ban yang robek kecil tentu masih dapat diperbaiki, selama lebar ukuran kerusakan tidak lebih dari setengah centimeter. Namun kerusakan robek pada tapak ban, sebaiknya segera diganti. Begitu pula jika terjadi benjol pada ban, Kondisi ini biasanya disebabkan kawat bagian dalam ban ada yang putus atau rusak.

    Agar lebih pasti, pengecekan kondisi ban mobil dapat dilakukan di bengkel resmi terdekat.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.