Bos Nissan: Pecat Saya Jika Gagal Memberikan Perbaikan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Makoto Uchida, Nissan Motor chief executive. REUTERS

    Makoto Uchida, Nissan Motor chief executive. REUTERS

    TEMPO.CO, Tokyo - Kepala Eksekutif Nissan Motor Co, Makoto Uchida mengatakan kepada para pemegang saham pada hari Senin, 29 Juni 2020, bahwa ia akan menepati janjinya untuk mundur sebagai pemimpin jika gagal memulihkan kondisi produsen mobil asal Jepang itu.

    "Pada pertemuan pemegang saham luar biasa yang terakhir ... Saya mengatakan pecat saya jika gagal memberikan perbaikan pada kinerja perusahaan," kata Uchida kepada pemegang saham pada rapat umum perusahaan seperti dilansir Reuters.

    "Kebijakan ini tidak akan berubah."

    Uchida, yang mengambil alih kepala Nissan pada Desember, berbicara kepada para pemegang saham setelah perusahaan bulan lalu melaporkan kerugian tahunan pertamanya dalam 11 tahun terakhir.

    Pada akhir April lalu, Nissan mengumumkan situasi saat ini merupakan yang terburuk sejak krisis global 1998.

    Dalam sebuah pernyataan, Nissan mengatakan bahwa mereka memperkirakan kerugian operasi tahunan mencapai 45 miliar yen (setara Rp 6,5 triliun dengan kurs saat ini Rp 144 per yen), turun dari perkiraan sebelumnya yang diumumkan pada bulan Februari untuk laba operasi sebesar 85 miliar yen (Rp 12,2 triliun).

    Pihaknya memperkirakan akan membukukan rugi bersih sebanyak 95 miliar yen (Rp 13,7 triliun), dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya untuk laba bersih sekitar 65 miliar yen (Rp 9,3 triliun).

    Saat ini, Nissan sedang bersiap untuk kinerja keuangan terburuk sejak krisis keuangan global pada 2008 lalu, ketika membukukan kerugian operasi sebesar 137,9 miliar yen (Rp 19,9 triliun).

    Penurunan penjualan Nissan secara global saat ini diperparah dengan hantaman pandemi virus corona baru (Covid-19).



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.