Tak Laku, Sedan Honda Civic Dihentikan Produksinya di Jepang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Civic facelift. Sumber: headlightmag.com

    Honda Civic facelift. Sumber: headlightmag.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Civic tidak diragukan lagi menjadi salah satu model Honda paling populer di seluruh dunia. Tersedia dalam berbagai tipe, Honda Civic mampu mencetak kesuksesan secara global bahkan hingga hari ini dengan model generasi ke-10 terbaru.

    Namun ironisnya, dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Civic telah mengalami penurunan di negara asalnya, Jepang. Bahkan, pada 2010, Honda untuk sementara menghapus Civic dari jajaran model mereka setelah produksi Civic FD generasi ke-8 berhenti. Baru pada 2017, nama Civic secara resmi kembali ditulis dalam line up terbaru.

    Saat ini, tampaknya Civic kembali dihapus di Jepang untuk kedua kalinya. Automotive News melaporkan bahwa Honda akan benar-benar tidak memproduksi lagi sedan Civic di Jepang karena penjualan rendah dan kurang laku. Pada tahun fiskal terakhir, Honda hanya berhasil menjual 1.619 unit sedan Civic. Sebagai perbandingan, produsen mobil Jepang ini berhasil menjual hampir 250.000 unit N-Box Kei-car yang secara kebetulan merupakan mobil Kei terlaris di Jepang pada 2019.

    Penghapusan line up sedan Civic berimbas berhentinya produksi lokal sedan Civic 4 pintu. Namun, hatchback Civic 5 pintu, serta Civic Type R, akan terus dijual di Negeri Matahari Terbit. Baik hatchback dan Tipe R akan terus diimpor dari Inggri hingga pabrik Swindon menutup pintunya tahun depan.

    Meskipun sedan Honda Civic generasi ke-10 tidak populer di Jepang, sedan ini terus dicintai oleh banyak orang di seluruh dunia, terutama di AS. Hal ini menunjukkan bahwa negara yang berbeda memiliki selera yang berbeda dalam kendaraan. Apa yang berfungsi di satu wilayah mungkin tidak berlaku di wilayah lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.