General Motors Menangkan Kontrak Perakitan Mobil Militer AS

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil militer buatan General Motors. Sumber: motor1.com

    Mobil militer buatan General Motors. Sumber: motor1.com

    TEMPO.CO, JakartaGeneral Motors baru saja mengumumkan kerjasama kontrak untuk merakit dan menyiapkan Kendaraan baru Pasukan Infanteri (ISV) Angkatan Darat AS seperti dikutip dari Motor1. Kesepakatan senilai US$ 214,3 juta atau sekitar Rp 3 triliun diteken dengan Angkatan Darat AS - Detroit Arsenal yang menyetujui produksi 2.065 unit mobil.

    Melalui divisi GM Defense LLC, pabrikan perlu membuat kendaraan segala medan yang ringan dan lincah, yang mampu mengangkut 9 tentara dan ditumpangi helikopter Blackhawk UH-60. Sekaligus, cukup kompak untuk diangkut ke dalam CH -47 Helikopter Chinook untuk kemudahan pengangkutan udara. GM akan menggunakan basis pikap menengah Chevrolet Colorado ZR2 2020.

    “Memenangkan kerjasama dengan Angkatan Darat ini merupakan pengakuan yang layak untuk kerja keras dan dedikasi tim Pertahanan GM kami dan produksi kendaraan fantastis mereka,” kata David Albritton, president of GM Defense. "Kami yakin GMD ISV akan memenuhi dan melampaui semua persyaratan pelanggan kami."

    GM menjelaskan bahwa kendaraan ini akan menggunakan sebanyak 90 persen bagian komersial yang tersedia, yang membuatnya lebih mudah untuk diproduksi dan dirawat. Bagian-bagian ini termasuk komponen suspensi, transmisi otomatis enam percepatannya, dan mesin turbodiesel 2,8 liter dengan daya 186 tenaga kuda.

    "Sungguh suatu kehormatan untuk memanfaatkan pengalaman perusahaan induk kami sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di dunia untuk merancang, membangun, dan memberikan teknologi terbaik yang tersedia untuk Angkatan Bersenjata AS," tambah Albritton.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.