Produksi Mobil Januari-Mei 2020 Anjlok, APM Optimistis Juli Naik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fasilitas perakitan mobil di Pabrik Esemka, Boyolali Jawa Tengah, Jumat 6 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Fasilitas perakitan mobil di Pabrik Esemka, Boyolali Jawa Tengah, Jumat 6 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaProduksi mobil di Indonesia mengalami penurunan signifikan sebesar 32,8 persen sepanjang periode Januari sampai dengan Mei 2020.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi pabrikan mobil pada 5 bulan pertama tahun ini tercatat 352.571 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu 524.697 unit.

    Penurunan terdalam dari produksi pabrikan mobil terjadi pada Mei. Tercatat, hanya 2.627 unit kendaraan yang berhasil dibuat pada bulan tersebut. Jumlah itu anjlok 97,5 persen dibandingkan dengan hasil produksi Mei 2019 yang mencapai 103.674 unit.

    Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlaku pada April dan diperpanjang hingga Mei membuat pabrikan mobil, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi berbondong-bondong menghentikan produksinya sementara.

    Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan bahwa penghentian sementara aktivitas produksi bertujuan untuk menjaga level stok unit kendaraan di dealer tetap sehat karena permintaan pasar menurun drastis.

    Sementara itu, Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono memperkirakan bahwa permintaan mobil baik secara domestik maupun ekspor akan meningkat pada Juni hingga September 2020.

    Peningkatan itu, lanjutnya, didorong oleh stabilnya negara-negara tujuan ekspor seperti Thailand dan Vietnam, serta peningkatan aktivitas masyarakat di pasar domestik.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.