Renault Akan Rilis SUV Baru Kiger Model Coupe Lebih Sporty

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Renault Kiger menjalani pengujian di India. Sumber: sprintwheelz.com

    Renault Kiger menjalani pengujian di India. Sumber: sprintwheelz.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Renault sedang menyiapkan SUV baru yang berbasis pada MPV Triber. Mobil ini akan memiliki desain lebih premium akan menampilkan garis atap miring seperti coupe. SUV ini akan lebih dulu meluncur di India dengan nama Kiger pada Oktober 2020.

    Renault Kiger telah berada dalam tahap pengembangan untuk sementara waktu, bahkan telah terlihat pengujian di jalanan. Dalam penampakan terbarunya, Kiger terlihat tanpa kamuflase di bagian depannya sehingga terlihat desain dan proporsinya. Kisi-kisi memiliki dua-slat berlapis krom, dengan lambang Renault di tengah dan diapit oleh sepasang DRL LED yang ramping. Desain bemper depan butch, yang menampilkan lampu depan LED berbentuk kubus dengan rumah lampu plastik hitam berbentuk jajaran genjang.

    Render Renault Kiger. Sumber: indianautosblog.com

    Secara keseluruhan, fitur depan cukup modern. Kiger berhasil terlihat lebih luas dan menjanjikan daripada MPV Triber. Profil samping menampilkan desaing tajam dan agresif, dilengkapi dengan velg 8-spoke yang sporty. Bagian belakang akan menampilkan lampu yang sporty sebagai penyegaran.

    Pada interior, Kiger kemungkinan menawarkan fitur-fitur seperti layar sentuh 8-inci infotainment, kluster instrumen digital, kontrol AC otomatis, tombol start/stop engine, dan kontrol audio, dan kontrol informasi kemudi yang terpasang. Soal mesin, ada kemungkinan menggunakan Triber dengan mesin tiga silinder 1.0-liter. Ada juga pilihan mesin 1,0 liter turbo yang menjanjikan tenaga lebih besar 95bhp. Adapun transmisi memiliki pilihan manual 5-kecepatan, AMT 5-Kecepatan dan CVT gearbox.

    INDIAN AUTOSBLOG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.