Baojun Manfaatkan Limbah Baterai untuk Pembangkit Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangkit listrik tenaga angin dan matahari SAIC GM Wuling ini memanfaatkan baterai bekas mobil listrik Baojun E100 dan E200 sebagai penyimpan energi listrik. (media.gm.com)

    Pembangkit listrik tenaga angin dan matahari SAIC GM Wuling ini memanfaatkan baterai bekas mobil listrik Baojun E100 dan E200 sebagai penyimpan energi listrik. (media.gm.com)

    TEMPO.CO, Shanghai - SAIC GM Wuling, induk perusahaan Baojun, memanfaatkan baterai bekas mobil listrik yang sudah tidak terpakai untuk pembangkit listrik.

    Baterai bekas itu diperpanjang usia pakainya dengan memanfaatkannya sebagai media penyimpan energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga angin dan matahari. Pembangkit listrik ini diperkenalkan pada 1 Juli 2020. 

    Dalam keterangan resminya dijelaskan bahwa baterai bekas ini akan menyimpan energi listrik dari tenaga angin dan matahari yang melimpah kemudian menyalurkannya ketika tenaga angin dan matahari berkurang.

    Wuling memperkenalkan mobil listrik E100 di pameran otomotif GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Pembangkit listrik tenaga angin dan matahari yang didukung baterai bekas dari pengembangan mobil listrik Baojun E100 dan E200 ini didirikan di markas Baojun di Provinsi Guangxi. Di Indonesia Baojun E100 dan E200 juga dikenal sebagai Wuling E100 dan E200. Kedua mobil listrik imut itu pernah dipamerkan di Indonesia. 

    Fasilitas ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 1.000 kWh, dengan daya terukur 250 kW. Pemanfaatan limbah baterai mobil listrik ini sekaligus jawaban SAIC GM Wuling untuk memberikan solusi positif yang berguna bagi masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.