Hummer H1 Sering Dipakai Kendaraan Militer, Begini Modifikasinya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Modifikasi Hummer H1 dengan spek militer. Sumber:carscoops.com

    Modifikasi Hummer H1 dengan spek militer. Sumber:carscoops.com

    TEMPO.CO, JakartaHummer H1 memang banyak digunakan untuk mobil militer dengan alasan tampilan gagah, dan mesin yang bertenaga. Untuk mengubah mobil offroad ini setara dengan standar militer butuh biaya sekitar US$ 300.000 atau Rp 4,3 miliar, lumayan mahal. Namun tentunya modifikasi ini setara dengan fungsinya.

    Dari tampilan luar, H1 dengan konfigurasi hardtop empat pintu, dibalut dengan cat Onyx, Deep Sky Black Kevlar dengan lapisan polyurethane dan aksen hitam semi-gloss.

    Modifikasi Hummer H1 dengan spek militer. Sumber:carscoops.com

    Modifikasi lanjut pada skid plate panel rocker heavy-duty, bumper Tow Tow dengan hitch, dan kamera untuk mundur. Paket Baja Suspension menggandakan wheel travel ke 13-inci untuk meningkatkan peredam kecepatan tinggi dan menghadapi medan off-road.

    Sedangkan untuk interior, setir kemudi mesin-kustom, kulit Nappa berwarna onyx dengan jahitan berlapis, tata letak indikator dengan bezel hitam anodized dan kunci pintu aluminium billet. Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, ada sistem suara premium JL Audio.

    Modifikasi Hummer H1 dengan spek militer. Sumber:carscoops.com

    Adapun dapur pacu mengandalkan mesin diesel Duramax 6,6 liter yang dikawinkan dengan transmisi otomatis 6-speed Allison. Secara total, H1 ini akan menghasilkan tenaga 500 HP dan torsi 1.355 Nm yang sangat mengesankan.

    Konfigurasi drivetrain heavy duty yang baru juga mencakup poros penggerak depan dan belakang yang didesain ulang, bearing, dudukan mesin, dan bagian transmisi. Ada juga paket rem kinerja tinggi Wilwood 6-piston untuk memberikan tingkat kepakeman yang memadai bagi Hummer.

    CARSCOOPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.