Isuzu Astra Pamer Kiat Perbesar Pangsa Pasar di Masa Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isuzu New Giga. Sumber: swa.co.id

    Isuzu New Giga. Sumber: swa.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta -Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berhasil memperbesar pangsa pasarnya di tengah pandemi Covid-19.

    Apa saja kiatnya?

    Berdasarkan data PT IAMI seperti yang dikutip dari Bisnis.com, penjualan mobil merek Isuzu sepanjang Januari-Mei 2020 mengalami penurunan 37 persen seiring pelemahan pasar kendaraan niaga secara umum dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Meski mengalami penurunan penjualan unit, model-model kendaraan merek Isuzu berhasil memperbesar pangsa pasarnya.

    Isuzu Giga di kelas truk medium, contohnya, mengalami penurunan penjualan 45 persen menjadi 701 unit. Namun, pangsa pasarnya meningkat 3,6 poin persentase menjadi 15,5 persen.

    Isuzu Elf di kelas truk kecil mengalami penurunan penjualan 29,8 persen menjadi hanya 3.653 unit. Namun, pangsa pasarnya meningkat 1,5 poin persentase menjadi 22,5 persen.

    Isuzu Traga di kelas pikap juga mengalami penurunan penjualan 9,6 persen menjadi 1.865 unit. Pangsa pasar Traga di segmennya justru bertambah 9,9 poin persentase menjadi 24,8 persen.

    Attias Astil, Marketing Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), optimistis pada paruh kedua tahun ini pasar kembali ke kondisi pergerakan positif, meski belum seperti capaian tahun lalu.

    "Ada sejumlah faktor yang membuat Isuzu relatif berhasil menahan penurunan penjualan sehingga pangsa pasar sejumlah model membesar," katanya pada webinar pada Senin lalu, 6 Juli 2020.

    Attias pun menyebutkan sejumlah faktornya, yakni:

    1. Pemetaan segmen bisnis di tengah pandemi Covid-19
    2. Penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar
    3. Dukungan teknis dan insentif pembelian
    4. Program dukungan purnajual
    5. Efisiensi dan perencanaan delivery unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.