Mobil Komersial Suzuki Dominasi Layanan Servis di Masa Pandemi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mekanik Suzuki. (Suzuki)

    Ilustrasi mekanik Suzuki. (Suzuki)

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama masa pandemi, konsumen Suzuki dari segmen kendaraan komersial disebut paling sering masuk bengkel atau layanan Home Service ketimbang mobil penumpang.

    "Belum ada data lengkap home service, tapi pastinya unit entry tahun ini lebih banyak kendaraan komersial," ujar 4W, 2W & Marine Service Director PT Suzuki Indomobil Sales, Ricky Patrayudha dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif, Rabu, 8 Juli 2020.

    Lonjakan pelanggan Home Service itu terjadi mulai April hingga Mei 2020, tepatnya setelah wabah virus corona (Covid-19) mewabah. 

    Ricky juga menuturkan bahwa kondisi ini berbeda dari tahun lalu. Di mana konsumen dari segmen mobil penumpang lebih banyak ketimbang mobil komersial.

    Tahun ini, kata dia, mobil komersial naik hampir dua kali lipat dari tahun 2019.

    Untuk penggunaan suku cadang dalam servis, yang paling banyak dicari adalah produk fast moving. Persentasenya sekitar 60 - 70 persen. Produk itu antara lain, pelumas brake pad, clutch set, oil filter, dan sebagainya.

    Hal ini sejalan dengan penjelasan Kepala Departemen Spare Parts Suzuki Indomobil Motor, Christiana Yuwantie. Menurut dia, terjadi kenaikan penjualan suku cadang SGP (Suzuki Genuine Parts), SGO (Suzuki Genuine Oil), dan SGA (Suzuki Genuine Accessories) mulai Juni sebesar 91,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Adapun produk spare parts SGP terlaris antara lain, oil filter, clutch cover, clutch disc, disc comp clutch, coil assy ingnition, dan spark plug KRGA-10. Suku cadang itu kebanyakan digunakan untuk mobil Suzuki Carry, Futura, dan APV.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.