Semester I, Penjualan Global Mobil Mercedes-Benz Turun 21 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    Logo Mercedes-Benz. REUTERS/Michaela Rehle

    TEMPO.CO, BerlinGrup otomotif asal Jerman, Daimler, mengumumkan penjualan mobil Mercedes-Benz secara global mengalami penurunan 21 persen pada enam bulan pertama tahun ini, Rabu, 8 Juli 2020.

    Menurut data yang dirilis perusahaan asal Jerman itu seperti dikutip dari Kantor Berita Xinhua, pengiriman unit mobil Mercedes-Benz Januari-Juni 2020 mencapai 935.000 unit. Dari angka itu, model van mengalami penurunan lebih tajam sebanyak 26 persen menjadi hanya 126.000 unit selama pandemi.

    Penurunan terkuat tercatat di Eropa di mana penjualan hampir sepertiga lebih rendah dari pada paruh kedua tahun 2019. Bahkan di pasar domestik Jerman di mana Mercedes-Benz mencapai sekitar 30 persen dari penjualannya di Eropa, mengalami penurunan 27,9 persen.

    Ketua Dewan Manajemen Daimler, Ola Kaellenius, mengatakan dalam pidatonya kepada pemegang saham produsen mobil pada pertemuan umum tahunan Rabu bahwa "penurunan pendapatan yang signifikan" akan dicatat karena Covid-19. 

    Pada kuartal kedua, perusahaan Jerman ini mengharapkan laba sebelum bunga dan pajak serta arus kas bebas negatif untuk bisnis industrinya.

    Kaellenius berharap Daimler dapat meningkatkan produksinya secepat dan seefisien mungkin selama penyebaran global Covid-19, meskipun masih jauh dari situasi normal seperti sebelum krisis.

    Sebelum krisis, Daimler telah mengumumkan untuk memangkas 15.000 dari 300.000 pekerjaan di seluruh dunia karena keuntungannya rendah dalam perbandingan secara tahunan meskipun ada rekor pendapatan.

    Meski secara global menurun, penjualan mobil Mercedes-Benz tertolong oleh peningkatan permintaan di Cina yang mencapai sebesar 21,6 persen (Year on Year). Sedangkan permintaan untuk mobil van di Cina juga mengalami peningkatan sebesar 35 persen.

    Perkembangan di Cina akan menunjukkan "permintaan saat ini pulih di pasar terbesar kami," Britta Seeger, anggota dewan manajemen Daimler dan Mercedes-Benz, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

    Penjualan BMW

    Pabrikan mobil Jerman BMW mengumumkan pada hari Selasa, 7 Juli 2020, bahwa pengiriman kendaraan globalnya, termasuk MINI dan Rolls-Royce, turun 23 persen YoY menjadi total 962.575 unit pada paruh pertama 2020.


    Menurut BMW, angka penjualan untuk enam bulan pertama dipengaruhi oleh efek dari penutupan sementara gerai ritel di seluruh dunia saat pandemi Covid-19.

    Sama seperti Mercedes-Benz, penjualan BMW di Cina juga diklaim mengalami peningkatan. “Perkembangan positif di Cina, di mana penjualan kuartal kedua kami sekali lagi lebih tinggi dari tahun sebelumnya," kata Pieter Nota, anggota dewan manajemen BMW yang bertanggung jawab untuk pelanggan, merek, dan penjualan.

    Meskipun penjualan BMW dan MINI di Cina dalam enam bulan pertama turun 6 persen menjadi 329.069 kendaraan, penjualan pada kuartal kedua sudah tumbu 17 persen YoY.

    Penjualan di Amerika Serikat disebut turun sekitar 30 persen di semester pertama untuk merek BMW dan MINI.

    Di Eropa, pengiriman kendaraan BMW dan MINI kepada pelanggan mengalami penurunan yang sama, 32 persen antara Januari dan Juni. Dengan 40.734 yang terjual, pangsa kendaraan listrik, meningkat menjadi hampir 11 persen.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.