Carlos Ghosn Disebut Transfer Rp 12 Miliar ke Mantan Tentara AS

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Carlos Ghosn. economictimes.indiatimes.com

    Carlos Ghosn. economictimes.indiatimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan terhadap mantan tentara Amerika Serikat yang diduga membantu pelarian Carlos Ghosn dari Jepang ke Libanon mengungkap bukti baru. Mantan bos Nissan Motor itu disebut mengirimkan uang US$862.500 atau setara Rp12,4 miliar (kurs saat ini US$ 1 = Rp 14.419) kepada perusahaan yang dikelola oleh salah satu dari dua orang yang membantunya melarikan diri dari Jepang ke Libanon pada tahun lalu, kata Jaksa di AS.

    Fakta baru itu terungkap setelah dua orang tersebut -- Michael Taylor dan putranya Peter Taylor -- berusaha menghindari ekstradisi ke Jepang terkait pelarian Carlos Ghosn.

    Michael Taylor adalah pensiunan pasukan khusus AS yang sempat menjadi spesialis keamanan swasta.

    Pengacara Taylor mengatakan kliennya ditahan selama lebih dari enam pekan di Norfolk County Correctional Center Massachusetts, AS, di mana 36 narapidana dan staf dinyatakan positif Covid-19.

    "Tidak ada risiko penerbangan dan tidak diragukan bahwa ada kondisi di mana mereka dapat dibebaskan," tulis para pengacara, dilansir Reuters pada Rabu, 8 Juli 2020. 

    Pengadilan Federal Massachusetts menunjukkan bukti transfer yang terjadi pada Oktober tahun lalu sebesar 540.000 dolar AS dan 322.500 dolar AS dari rekening bank di Paris ke Promote Fox LLC, sebuah perusahaan yang dikelola oleh Peter Taylor.

    Pengadilan belum menyatakan berapa banyak uang yang diterima Taylor sebagai bayaran, namun jaksa mengatakan itu "bukti tambahan" bahwa mereka punya sumber daya untuk melarikan diri, dan harus tetap ditahan sebagai "risiko penerbangan."

    Dalam tuntutan yang dibacakan Selasa, 7 Juli 2020, Hakim AS Donald Cabell menolak upaya Taylor untuk membatalkan surat perintah penangkapan. Pengacara keluarga Taylor menolak mengomentari transfer tersebut.

    Ghosn melarikan diri Lebanon pada Desember 2019. Ia sempat ditahan di rumahnya atas tuduhan kejahatan keuangan. Ghosn meninggalkan Jepang dengan menumpang sebuah jet dan bersembunyi di sebuah kotak.

    Libanon yang menjadi kampung halaman Carlos Ghosn tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Jepang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.