Alasan Pabrik Sepeda Polygon Batal Akuisisi Wimcycle

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda touring Bend RIV Polygon dijual seharga Rp 14,5 juta dengan cicilan 24 kali di pameran Indofest 2018, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Maret 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Sepeda touring Bend RIV Polygon dijual seharga Rp 14,5 juta dengan cicilan 24 kali di pameran Indofest 2018, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Maret 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sempat dikabarkan akan mengakuisi Wimcycle, PT Insera Sena atau Polygon Indonesia akhirnya batal mengambil alih salah brand produsen sepeda tertua di Indonesia tersebut.

    "Kami juga ada pertimbangan tertentu yang secara bisnis tidak bisa saya utarakan," ujar Presiden Polygon Indonesia, William Gozali, dalam acara Ngobrol Bisnis Tempo pada Rabu, 8 Juli 2020.

    Menurut dia, untuk saat ini perusahaan berat mengakuisisi Wimcycle. Meski sangat disayangkan jika Wimcycle harus gulung tikar. 

    "Makanya kami mundur."

    Wimcycle, merek yang sudah menjadi top of mind di Tanah Air, belakangan bangkrut. Utang dan ramainya brand luar negeri disebut menjadi faktor kegagalan bisnis PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries, produsen Wimcycle.

    "Balik lagi ke strategi masing-masing pengusaha. Makanya kami juga melihat, jangan sampai Polygon juga (bangkrut) seperti itu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.