Strategi Pabrik Sepeda Polygon agar Tak Bankrut Seperti Wimcycle

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Polygon Indonesia. Polygon adalah produk sepeda nasional.

    Direktur Polygon Indonesia. Polygon adalah produk sepeda nasional.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebangkrutan produsen sepeda ternama Wimcycle menjadi pengalaman berharga buat PT Insera Sena, produsen Polygon.

    Presiden Insera Sena atau Polygon Indonesia, William Gozali, berpendapat pabrik sepeda sudah harus memikirkan bagaimana memproduksi sepeda secara efisien dan lebih produktif.

    "Kami mau masuk ke industri 4.0," katanya dalam acara Ngobrol Bisnis Tempo pada Rabu malam, 8 Juli 2020.

    Dia menuturkan bahwa pabrik Polygon sudah menggunakan beberapa robot untuk membantu meningkatkan produktifitas dan efisiensi.

    William menyebut dua robot andalan pabrik Wimcycle, yakni Waiting Shift dan Automated Storage and Retrieval System.

    Wimcycle, merek sepeda yang sudah menjadi top of mind di Tanah Air, belakangan bangkrut.

    Utang dan ramainya brand luar negeri disebut menjadi faktor kegagalan bisnis PT Wijaya Indonesia Makmur Bicycle Industries, produsen Wimcycle.

    William menyayangkan jika Wimcycle sampai gulung tikar. Tapi Polygon Indonesia batal mengambil alih salah brand produsen sepeda tertua di Indonesia tersebut.

    "Kami ada pertimbangan tertentu yang secara bisnis tidak bisa saya utarakan," ujar William.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.