Krisis Covid-19, HPM Optimistis Ekspor Honda Tembus 6.000 Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • All New Honda Brio ekspor perdana ke Filipina, Rabu, 10 April 2019. Mobil itu dikapalkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (HPM)

    All New Honda Brio ekspor perdana ke Filipina, Rabu, 10 April 2019. Mobil itu dikapalkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (HPM)

    TEMPO.CO, JakartaHonda Brio buatan PT Honda Prospect Motor di pabrik Karawang, Jawa Barat, diekspor ke Filipina dan Vietnam. Dua negara itu juga tak luput dari hantaman pandemi virus corona baru (Covid-19). Meski demikian, HPM optimistis tahun ini ekspor Brio dalam bentuk utuh (Completely Built Up/CBU) ke kedua negara itu bisa menembus angka 6.000 unit.

    “Kami melihat Filipina dan Vietnam mulai membaik. Ekspor ke kedua negara itu tahun ini kami harapkan di angka 6.000 unit,” kata Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM dalam diskusi virtual, Kamis, 9 Juli 2020.

    Angka itu, lanjut Billy, sedikit turun dibanding target semula sebanyak 6.800 unit. Penurunan target itu disebut terkait pandemi yang sampai saat ini sulit untuk diprediksi.

    Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor Honda Brio ke Filipina dan Vietnam di semester pertama tahun ini dilaksanakan pada Maret dan April dengan total 958 unit. Dari angka itu, sebanyak 600 unit dikirim ke Filipina dengan rinian, 60 unit Brio S, 240 unit Brio V, dan 300 unit Brio RS. Sedangkan sisanya, 358 unit dikirim ke Vietnam yang seluruhnya merupakan Brio RS.

    Beberapa waktu lalu Billy kepada Tempo mengatakan bahwa produksi di pabrik Honda di Karawang untuk ekspor akan dimulai pada Agustus 2020. Pabrik Honda di Indonesia ditutup sementara terkait pandemi Covid-19 sejak 13 April 2020. Kini pabrik itu sudah beroperasi kembali.

    Pada tahun 2019, total ekspor mobil Honda Brio dalam bentuk utuh ke Filipina dan Vietnam mencapai 6.847 unit. Ekspor ke Filipina mencapai 3.304 unit dan Vietnam sebesar 3.544 unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.