Cerita Pesepeda Terpaksa Beli Spare Parts Sepeda Mahal

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bike to Work. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi Bike to Work. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Meningkatnya pengguna sepeda selama masa pandemi Covid-19 berdampak langsung pada stok sepeda hingga spare parts atau suku cadang di pasaran.

    Pesepeda mengakui terpaksa membeli mahal suku cadang karena didesak kebutuhan.

    "Harga kenaikannya tinggi sekali di beberapa toko, karena mereka tahu kebutuhan lagi naik," kata anggota Keuda Cycling Club, Andi Andri Sapada, hari ini, Jumat, 10 Juli 2020.

    Andri menceritakan pengalaman pribadinya ketika membeli spare parts atau aksesoris dengan harga tinggi beberapa waktu lalu.

    Dia menuturkan, tempat rak air minum untuk sepeda yang biasanya dibanderol Rp 15 ribu-an bisa melonjak hingga Rp 50 ribu.

    "Tapi, ya harus beli," ujar pria berusia 28 tahun yang setiap hari gowes ke kantor.

    Harga spare parts pendukung lainnya, termasuk frame sepeda, juga dinaikkan.

    Itu sebabna, para pecinta sepeda mencari alternatif jalan keluar, seperti merakit sepeda sendiri dengan emmanfaatkan ketersediaan stok.

    Keuda Cycling Club salah satu komunitas Bike To Work yang anggotanya 30 orang lebih. Mereka umumnya para pegawai di lingkup Direktorat Jennderal Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.