Bengkel Sepeda Panggilan Laris, Diminta Merakit hingga Modifikasi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suwanto, pemilik bisnis Bengkel Sepeda Panggilan, sedang melayani pekerjaan perawatan sepeda di rumah konsumen. (Dok Pribadi Suwanto)

    Suwanto, pemilik bisnis Bengkel Sepeda Panggilan, sedang melayani pekerjaan perawatan sepeda di rumah konsumen. (Dok Pribadi Suwanto)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mekanik Bengkel Sepeda Panggilan, Suwanto, menyebut jika jenis sepeda lipat paling banyak yang minta diservis. Khususnya sepeda lipat berukuran 16 inci.

    "Kebanyakan mereka pada mau modifikasi dan rakit dari awal," ujar Iwe sapaan akrab Suwanto kepada Tempo, Sabtu, 11 Juli 2020.

    Selain jenis sepeda lipat yang memang lagi digandrungi, banyak juga sepeda yang keluar dari gudang minta untuk dirakit ulang.

    Kendati demikian, dalam proses servis atau modifikasi ini banyak kendala yang mesti dihadapi. Temasuk masalah spare parts yang langka dan mahal.

    "Saat ini harganya sangat menggila, tapi enggak tahu kenapa orang tetap beli. Makanya saya kadang berpikir, yang gila ini penjual atau pembelinya sih," ujarnya.

    Iwe mengaku selama pandemi corona baru (Covid-19) permintaan atau order Bengkel Sepeda Panggilan meningkat drastis. Ia mengaku mengaku kewalahan meladeni konsumen. Sampai-sampai dia harus menutup sementara daftar antrean pelanggan.

    "Data arsip saya hari ini sudah mencapai 1.471 orang," ujar dia. 

    Iwe menuturkan bahwa dirinya juga kesulitan mendapatkan spare parts sepeda. Beruntung, dia memiliki jaringan antar sesama mekanik sepeda untuk bertukar informasi soal onderdil sepeda.

    "Sebagian spare parts saya dapat dari teman-teman grup Mekanik Sepeda Indonesia (MSI) atau grup WA komunitas sepeda lainnya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.