Cina Gelar Pameran Otomotif dengan Protokol Covid-19

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang mengunjungi Pameran Otomotif Internasional Changchun China ke-17 di Changchun, Provinsi Jilin, China timur laut,10 Juli 2020. Pameran Otomotif Internasional Changchun China yang berlangsung sdi Pusat Konferensi & Ekshibisi Internasional Changchun. Xinhua/Xu Chang

    Orang-orang mengunjungi Pameran Otomotif Internasional Changchun China ke-17 di Changchun, Provinsi Jilin, China timur laut,10 Juli 2020. Pameran Otomotif Internasional Changchun China yang berlangsung sdi Pusat Konferensi & Ekshibisi Internasional Changchun. Xinhua/Xu Chang

    TEMPO.CO, ChangchunPameran otomotif berskala internasional digelar di Changchun, ibukota Provinsi Jilin, Cina, Jumat 10 Juli 2020. Pameran dengan nama China International Automobile Expo yang digelar selama 10 hari menampilkan 1.400 kendaraan.

    Pameran ini diadakan secara offline maupun online, dengan memberlakukan protokol pencegahan pandemi virus corona baru (Covid-19) secara ketat. 

    Pameran ini digelar di area seluas 150.000 meter persegi. Teknologi canggih termasuk mobil otonom, teknologi 5G, kecerdasan buatan, dan realitas virtual menjadi sorotan utama dalam pameran mobil ini.

    "Pameran ini akan membantu memacu penjualan mobil model baru dan mengurangi kelebihan persediaan, sehingga merangsang konsumsi di seluruh rantai industri mobil, meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan vitalitas ekonomi," kata Xu Huaiwu, presiden Komite Changchun untuk Promosi Perdagangan Internasional, seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua, 10 Juli 2020.

    Selama paruh pertama tahun ini, produksi dan penjualan mobil di Cina mencapai 10,11 juta unit dan 10,26 juta unit, masing-masing turun 16,8 persen dan 16,9 persen.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.