Stop PSBB Transisi, Pedagang Mobil Bekas: Kami Nangis Bombay

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa orang melihat mobil yang dipajang di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin (6/8). ANTARA/Andika Wahyu

    Beberapa orang melihat mobil yang dipajang di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, Senin (6/8). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedagang mobil bekas berharap jumlah pasien Covid-19 berkurang di DKI Jakarta sehingga kebijakan PSBB tidak diterapkan lagi.

    "Kalau ditutup lagi, ya udah nangis bombay," ujar Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, saat dihubungi hari ini, Senin, 13 Juli 2020.

    Dia menanggapi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membuka peluang menghentikan PSBB Transisi alias PSBB diberlakukan lagi jika wabah Covid-19 di Ibu Kota semakin tak terkendali. 

    Herjanto menuturkan bahwa angka peningkatan korban virus Corona sebesar 10.5 persen di DKI Jakarta memang mengerikan. Namun, di satu sisi, jika PSBB diterapkan akan berdampak langsung kepada bisnis mobil bekas yang mulai meningkat sejak Juni 2020.

    "Gua mikirnya, kondisi kayak begini tidak makin parah."

    Penjualan mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua sempat turun signifikan, terutama saat masa PSBB Covid-19 di DKI Jakarta.

    Sejak PSBB dilonggarkan mulai 4 Juni 2020 atau dengan istilah PSBB Transisi, terjadi kenaikan penjualan 30-40 persen hingga saat hari.

    "Sekarang sih sudah mulai bergerak, lumayan menyenangkanlah," kata Herjanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.