Sepeda Listrik Bisa Menjadi Perintis Kendaraan Ramah Lingkungan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor listrik United Bike ikut dipamerkan di Indonesia Electrik Motor Show 2019 di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Sepeda motor listrik United Bike ikut dipamerkan di Indonesia Electrik Motor Show 2019 di Balai Kartini, Jakarta, 4-5 September 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kendaraan listrik roda dua disebut sebagai jalan paling mudah dan murah untuk memperkenalkan teknologi kendaraan listrik kepada masyarakat. Khususnya sepeda listrik.

    "Kalau mobil listrik terlalu jauh untuk dijangkau masyarakat luas. Sementara bus listrik hanya akan beroperasi di kota-kota besar," ujar Anggota Komunitas Sepeda dan Motor Listrik Indonesia (Kosmik), Hendro Sutono kepada Tempo, Selasa, 14 Juli 2020.

    Selain itu, kendaraan roda dua juga disebut bisa digunakan hingga ke pelosok negeri  seperti di Kabupaten Agats, Papua. Yang beberapa tahun lalu dikunjungi Presiden Jokowi.

    "Di sana itu, sepeda motor listrik sudah banyak," kata dia.

    Oleh karena itu, dia menambahkan, jika kendaraan listrik roda dua termasuk sepeda dipersulit, maka perkembangan penyerapan teknologi kendaraan listrik di Tanah Air disebut akan terhambat.

    Sebelumnya, ada poin dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 tahun 2020 tentang sepeda listrik yang menyebutkan bahwa sepeda listrik dibatasi kecepatan maksimal 25 kilometer per jam.

    "Aku pikir pembatasan kecepatan sebaiknya dilaksanakan melalui rambu-rambu saja, bukan pada jenis kendaraaannya," tutur Hendro yang kurang setuju dengan adanya pembatasan kecepatan sepeda listrik yang dipukul rata 25 km per jam.

    Di pasaran sepeda listrik memang memiliki harga yang relatif terjangkau. Begitu pun untuk sepeda motor listrik. Sudah banyak pabrikan dalam negeri yang menjual motor listrik di bawah Rp 20 jutaan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.