Toyota Beri Promo Calya dan Avanza untuk First New Buyer

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Calya minorchange meluncur, Senin 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    Toyota Calya minorchange meluncur, Senin 16 September 2019. TEMPO/Wira Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Toyota Astra Motor (TAM) melancarkan strategi menggaet pembeli mobil pertama di tengah pandemi Covid-19.

    Marketing Director PT TAM Anton Jimmi Suwandy mengatakan perusahaan menyiapkan program yang menarik untuk mendorong pembelian dari segmen pembeli mobil pertama. 

    “Mulai bulan ini (Juli 2020) ada promo baru kredit mobil-mobil bagi first new buyer, misalnya, Calya dan Avanza,” ujarnya kepada Bisnis.com hari ini, Selasa 14 Juli 2020.

    Dia menjelaskan program tersebut untuk mendongkrak penjualan. Pada Juni 2020, penjualan TAM ditopang oleh Rush dengan 2.274 unit, diikuti model Avanza (2.248 unit), Calya (1.696 unit), Innova (1.606 unit), dan Agya (984 unit).

    Anton tak mendetilkan promo kredit mobil yang dimaksudnya.

    Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan ritel Toyota pada Juni 2020 sebanyak 11.196 unit, meningkat 66 persen dibandingkan Mei.

    Akan tetapi, angka tersebut masih jauh di bawah penjualan pada Juni 2019 (22.123 unit). Penjualan Toyota pada Juni 2020 turun 49 persen dibandingkan periode yang sama 2019.

    Anton Jimmi Suwandy mengatakan komposisi permintaan didominasi segmen additional atau konsumen yang menambah mobil baru dan segmen replacement yang mengganti mobil lama.

    “Tetapi harapannya pembeli mobil pertama akan meningkat ke depan,” ujarnya.

    Dia menuturkan pada Januari-Februari 2020, komposisi penbeli dari segmen pembeli mobil pertama mencapai 55 persen. Namun, pada April dan Mei turun hingga 43 persen.

    Adapun pembeli additional dan replacement justru meningkat dari 45 persen menjadi 57 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.