Sedan Audi akan Diproduksi di Shanghai, Begini Ceritanya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian belakang mobil konsep Audi e-tron Sportback dalam acara Shanghai Auto Show di Shanghai, Cina, 19 April 2017. Logo empat cincin sebagai identitas dari Audi tampak dominan di depan dan belakang kendaraan. REUTERS/Aly Song

    Bagian belakang mobil konsep Audi e-tron Sportback dalam acara Shanghai Auto Show di Shanghai, Cina, 19 April 2017. Logo empat cincin sebagai identitas dari Audi tampak dominan di depan dan belakang kendaraan. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedan Audi jenis baru akan diproduksi di Cina. Volkswagen AG atau VW dan partnernya di Cina, SAIC Motor, berencana investasi senilai 4,13 miliar Yuan atau sekitar Rp 8,62 triliun untuk merenovasi pabrik di Shanghai. 

    Renovasi yang diperkirakan mulai akhir 2020 itu dilakukan pada saat permintaan kendaraan mewah di Cina masih stabil.

    Presiden SAIC Motor, Chen Hong, sebelumnya mengatakan perusahaan patungan bakal mulai memproduksi Audi pertamanya pada awal 2022.

    "Proyek Audi kami berjalan normal," kata seorang sumber dari bagian investasi SAIC seperti dikutip Cailian.

    Pihak Audi Cina, seperti dikutip Reuters, mengatakan bahwa proyeknya dengan SAIC tetap sesuai rencana.

    Menurut China Daily pada Selasa lalu seperti dilansir Antara, SAIC Volkswagen adalah perusahaan patungan VW asal Jerman dan produsen otomotif terbesar asal Cina itu.

    Selama ini SAIC Volkswagen hanya menjual mobil merek VW dan Skoda.

    Dengan renovasi pabriknya di Shanghai, kapasitas produksi perusahaan patungan tersebut per tahun bisa mencapai 60 ribu unit sedan Audi A7L dan 60 unit SUV merek VW.

    Data produksi dan penjualan yang dirilis SAIC Group pada Senin, 6 Juli 2020, menyebutkan SAIC Motor pada Juni telah menjual 479 ribu unit kendaraan, naik 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.