Balap Mobil Virtual Honda Championship Seri II Akhir Pekan Ini

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda Civic Type R Limited Edition menjadi safety car resmi balap mobil World Touring Car Cup 2020. (Honda)

    Honda Civic Type R Limited Edition menjadi safety car resmi balap mobil World Touring Car Cup 2020. (Honda)

    TEMPO.CO, Jakarta - Honda bersiap mengadakan Honda Racing Simulator Championship (HRSC) atau balap mobil virtual seri II pada Sabtu, 25 Juli 2020.

    Sebanyak 60 peserta ambil bagian dalam kelas, yaitu kelas Professional dan kelas Amateur. Mereka aka berlaga di sirkuit virtual Sepang.

    Kejuaraan ini akan disiarkan secara langsung pada akun Youtube dan Facebook official Hondaisme pada Sabtu nanti, dimulai pukul 20.00 WIB.

    Pada seri I, posisi pertama diamankan oleh Andika Rama Maulana dengan perolehan 25 poin, sedangkan diposisi kedua diamankan oleh Jaka Siswoyo dengan 20 poin dan Ferris Stanley dengan perolehan 16 poin diposisi ketiga.

    Pada kelas Amateur, Rio Loho mampu naik ke posisi pertama dengan perolehan 25 poin. Audie Devanugraha diposisi kedua dengan 20 poin dan Alfan Dani dengan 16 poin di posisi ketiga.

    Pada seri pertama, Rio Loho bertarung sengit dengan Audie Devanugraha dengan selisih waktu hanya berbeda 00.261 detik dengan menyalip Audie pada tikungan akhir sebelum menuju garis finish.

    Berbeda dengan seri sebelumnya, pada seri kedua nanti peserta akan menggunakan virtual sirkuit Sepang, kami berharap para peserta dapat memberikan performa yang lebih baik lagi," kata Yusak Billy, Business Innovatioan and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, dalam siaran persnya hari ini, Kamis, 23 Juli 2020. 

    Total hadiah Rp 65 juta akan diberikan kepada 10 peserta dengan poin tertinggi baik di kelas Professional maupun Amateur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.