KIA Siapkan Strategi Hadapi Penjualan Anjlok akibat Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kia Sorento tertangkap kamera di Korea. Sumber: carscoops.com

    Kia Sorento tertangkap kamera di Korea. Sumber: carscoops.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski mengalami kenaikan di pasar Korea, penjualan KIA Motors menurun secara global pada 2020 akibat tekanan pandemi Covid-19.

    KIA Motors mengumumkan penjualan kuartal II/2020 secara global yang menurun 27,8 persen tahun-ke-tahun. Pandemi Covid-19 mempengaruhi permintaan mobil di seluruh dunia.

    "Secara wholesales, perusahaan menjual 516.050 kendaraan pada periode April-Juni 2020, dibandingkan dengan (penjualan) 714.829 unit selama kuartal kedua 2019," tutur KIA Motors dalam keterangan persnya pada Kamis lalu, 23 Juli 2020.

    Untuk melawan lingkungan pasar yang buruk akibat pandemi, KIA berencana menjaga profitabilitas dan daya saing pasar dengan memelopori model-model baru. Linier dengan itu perusahaan mengoptimalkan kapasitas produksi untuk mengatasi pemulihan permintaan pasar.

    KIA juga akan melanjutkan upaya manajemen risikonya untuk meminimalkan dampak Covid-19 terhadap bisnisnya. Perusahaan akan menerapkan berbagai skema untuk mendukung pelanggan, seperti meluncurkan model-model baru secara online.

    KIA akan terus untuk merealisasikan strategi jangka menengah Rencana S. Di bawah Rencana S, KIA akan proaktif memperkenalkan 11 kendaraan listrik baterai dan meningkatkan margin laba operasional menjadi 6 persen pada 2025.

    Berdasarkan data KIA seperti dikutip Bisnis.com, permintaan konsumen yang kuat di Korea Selatan membantu mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh penyebaran Covid-19 di negara lain, seperti AS, Eropa, dan India.

    Penjualan di Korsel meningkat menjadi 161.548 unit selama kuartal kedua, naik 26,8 persen. Sedaangkan penjualan di luar Korea turun 39,7 persen menjadi 354.502 unit selama periode yang sama.

    KIA Motors mencatat pendapatan penjualan KRW 11,37 triliun pada kuartal kedua 2020, 21,6 persen lebih rendah dari KRW 14,51 triliun yang dilaporkan selama periode yang sama pada 2019.

    Laba operasional turun menjadi KRW 145,1 miliar, turun 72,8 persen tahun-ke-tahun. Laba bersih kuartalan turun menjadi KRW 126,3 miliar, 75 persen lebih rendah dari kuartal pada 2019.

    Meskipun terdapat penurunan penjualan di banyak daerah namun bauran produk yang ditingkatkan, ditambah dengan nilai tukar, membantu membatasi penurunan pendapatan dan laba.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa model KIA SUV terbaru, seperti Sorento, Seltos, dan Telluride, terbukti populer.

    Sepanjang semester I/2020, KIA menjual total 1.164.735 kendaraan, turun 15,4 persen. Penjualan di Korsel mencapai 278.287 unit, naik 14,6 persen dari tahun sebelumnya, sementara penjualan luar negeri turun 21,8 persen, tahun-ke-tahun, menjadi 886.448 unit.

    Pendapatan penjualan semester pertama turun 3,8 persen, tahun ke tahun, menjadi KRW 25,94 triliun. Sedangkan laba operasional untuk enam bulan pertama turun 47,7 persen menjadi KRW 589,6 miliar. Laba bersihpun  turun 66 persen menjadi 392,3 miliar Won.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Klaim Hadi Pranoto Soal Obat Covid-19 Dipatahkan Sejumlah Pakar

    Hadi Pranoto jadi perbincangan warganet setelah ia mengkalaim menemukan obat Covid-19 ketika diwawancarai musisi Anji. Sejumlah pakar meragukan Hadi.