Pandemi Corona, Honda Prospect Motor Batalkan Seluruh Agenda Balap 2020

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap Honda Racing Indonesia, Rio SB, saat berlaga di kejuaraan balan Honda Jazz Speed Challenge 12, 2017. Dok. HPM

    Pembalap Honda Racing Indonesia, Rio SB, saat berlaga di kejuaraan balan Honda Jazz Speed Challenge 12, 2017. Dok. HPM

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Honda Prospect Motor (HPM) memutuskan untuk membatalkan seluruh agenda balap tahun ini karena pandemi virus corona baru (Covid-19). Keputusan ini seirama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang membatalkan agenda balap tahun ini, termasuk seluruh Kejuaraan Nasional (kejurnas) mobil tahun 2020.

    HPM selama ini memiliki beberapa sejumlah kejuaraan seperti Indonesia Touring Car Race (ITCR), Honda Jazz Speed Challenge, Honda Brio Speed Challenge, dan Honda Brio Saturday Night Challenge. 

    "Pandemi corona membuat aktivitas di luar ruang menjadi terbatas, tetapi kami berkomitmen jika situasi memungkinkan akan kembali terjun di kejuaraan balap," kata Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT HPM dalam diskusi virtual, Rabu, 29 Juli 2020. 

    Billy menambahkan bahwa saat ini HPM mendorong sejumlah aktivitas digital selama pandemi. Salah satu adalah ajang balap virtual Honda Racing Simulator (HRS). 

    Menurut Billy, Honda Racing Simulator bukanlah pengganti ajang balap Honda Racing Indonesia yang dibatalkan karena pandemi, tapi sebagai perluasan strategi balap Honda Racing Indonesia. "Intinya kami membuat kegiatan yang mendukung everyone can race, semua orang bisa balapan," ujar dia. 

    Billy menyampaikan bahwa ajang balap virtual ini akan terus dievaluasi dan sangat mungkin untuk dikembangkan ke kegiatan yang lebih menarik. 

    Sementara itu, Racing Director Honda Racing Indonesia Alfin Bahar mengatakan bahwa akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mempersiapkan tim balap Honda agar lebih baik lain di musim mendatang. "Yang pasti akan tetap ada latihan, settup mobil dan sebagainya, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.