Krisis Onderdil, Bengkel Sepeda Tolak Pelanggan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memilih jenis sepeda bekas di bengkel sepeda Pak Mino, Tohudan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat, 19 Juni 2020. Saat tren musiman sepeda, penjualan sepeda dan onderdil bekas meningkat, karena banyaknya warga yang kembali menggemari aktivitas bersepeda.[Tempo/Bram Selo Agung Mardika]

    Warga memilih jenis sepeda bekas di bengkel sepeda Pak Mino, Tohudan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat, 19 Juni 2020. Saat tren musiman sepeda, penjualan sepeda dan onderdil bekas meningkat, karena banyaknya warga yang kembali menggemari aktivitas bersepeda.[Tempo/Bram Selo Agung Mardika]

    TEMPO.CO, Jakarta - Krisis onderdil sepeda masih melanda berbarengan dengan pandemi Covid-19.

    Kondisi yang dirasakan sejak Mei 2020 tersebut memaksa bengkel atau montir sepeda putar otak. Terpaksa mereka membatasi order dari pelanggan.  

    "Spareparts susah, jadi saya pilih (servis sepeda) yang pengerjaannya mudah," ujar montir bengkel sepeda panggilan, Suwanto alias Iwe, saat dihubungi pada Ahad lalu, 2 Agustus 2020.

    Kondisi susah onderdil memaksa Iwe untuk menyaring calon konsumennya. Pendapatan otomatis turun drastis.

    Bengkel sepeda panggilan yang dia kelola memprioritaskan pengerjaan sepeda yang tidak membutuhkan banyak komponen alias onderdil atau spareparts.

    Iwe menjelaskan untuk mencari spareparts, dirinya harus mencari ke grup-grup Whats App komunitas. Ini karena hampir semua toko-toko sepeda di wilayah Jabodetabek sudah kehabisan stok.

    "Saya konfirmasi dulu sebelum ke toko, karena takut apes."

    Onderdil sepeda yang langka itu pada umumnya group set, seperti Cassette, RD, FD, Shifter, Rantai, Crank, dan Rem. Tak terkecuali hub roda dan bottom bracket.

    "Belum ada kepastian untuk stok spareparts bulan depan (Agustus-September 2020)," ujar Suwanto alias Iwe.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.