Pandemi Covid-19, Penjualan Mobil Triwulan II/2020 Turun 89 Persen

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran GIIAS 2019 di ICE, BSD City. (Gaikindo)

    Pameran GIIAS 2019 di ICE, BSD City. (Gaikindo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi virus corona (Covid-19) telah membuat penjualan kendaraan bermotor di Indonesia babak belur. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi dan penjualan sektor otomotif Indonesia anjlok pada triwulan II/2020 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto mengatakan produksi mobil turun cukup dalam, hanya 41.520 unit. Turun 87,34 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (qtq), sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) turun 85,02 persen.

    "Penjualan mobil hanya mencapai 21.042 unit atau turun 89,85 persen qtq dan 89,44 persen yoy," kata Suhariyanto, Rabu, 5 Agustus 2020.

    Dia menuturkan penjualan sepeda motor juga turun tajam hingga 80,06 persen qtq dan 79,70 persen yoy.

    Penurunan penjualan mobil dan sepeda motor tersebut terjadi akibat pandemi Covid-19. Selain itu, juga terjadi akibat penutupan gerai penjualan selama diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    Sebelumnya, BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020 terkontraksi sebesar 5,32 persen (yoy) dibandingkan dengan pada periode sama tahun lalu sebesar 5,07 persen.

    Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada kuartal II/2020 sebesar Rp2.589,6 triliun.

    "Kalau dibandingkan dengan kuartal I/2020, maka ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -4,19 persen," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.